Pencarian

Gandeng ILO, USK Aceh Transformasikan Riset Nilam Jadi Industri Ekonomi Berkelanjutan

Jumat, 01 Mei 2026 • 12:05:04 WIB
Gandeng ILO, USK Aceh Transformasikan Riset Nilam Jadi Industri Ekonomi Berkelanjutan
USK dan ILO resmi menjalin kerja sama untuk hilirisasi riset nilam menjadi industri berkelanjutan.

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan komoditas unggulan. Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Mini Rektor USK pada Kamis (23/4/2026), kampus jantung hati rakyat Aceh ini resmi menggandeng International Labour Organization (ILO) untuk mentransformasikan riset nilam menjadi industri skala besar yang bernilai ekonomi berkelanjutan.

Kolaborasi ini melibatkan Atsiri Research Center (ARC) USK, yang selama ini menjadi pusat unggulan dalam pengembangan minyak atsiri di Aceh. Melalui kemitraan ini, USK berupaya memastikan bahwa seluruh hasil penelitian laboratorium dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan, sehingga memberikan dampak langsung terhadap penguatan rantai pasok nilam dari hulu hingga ke hilir.

Hilirisasi Produk dan Penguatan Ekosistem Bisnis

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menegaskan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), USK memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ekosistem bisnis yang mandiri. Ia menyatakan bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi terjebak dalam menara gading penelitian yang hanya berakhir sebagai dokumen ilmiah, melainkan harus mampu menghadirkan solusi ekonomi nyata bagi masyarakat Aceh.

“Kita tidak bisa lagi hanya berhenti pada riset. Sebagai perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH), USK harus mampu membangun ekosistem bisnis yang kuat. Nilam adalah potensi besar yang harus kita kelola secara serius,” tegas Prof. Mirza Tabrani di hadapan perwakilan ILO dan jajaran pimpinan universitas.

Ia menambahkan, pengelolaan nilam secara terintegrasi sangat penting mengingat komoditas ini telah lama menjadi pilar ekonomi bagi banyak keluarga di Aceh. Dengan pendekatan bisnis yang lebih modern dan terukur, USK optimistis nilam Aceh dapat menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing kuat di pasar domestik maupun internasional.

Pemberdayaan Petani dan Jaminan Pasar

Ketua ARC USK, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa kerja sama dengan ILO akan memperkuat seluruh lini rantai bisnis nilam. Fokus utama pengembangan ini adalah menciptakan nilai tambah melalui proses hilirisasi. ARC USK berperan aktif mengubah bahan baku mentah menjadi produk turunan siap pakai yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dibandingkan hanya menjual minyak nilam mentah.

“Pengembangan tidak hanya berhenti pada bahan baku, tetapi juga diarahkan pada produk turunan bernilai tinggi seperti parfum dan berbagai olahan atsiri lainnya. Kehadiran ILO membuka peluang luas dalam memperkuat rantai bisnis nilam secara menyeluruh,” ujar Syaifullah. Inovasi ini mencakup produksi essential oil berkualitas ekspor yang telah melalui standar pengujian ketat di laboratorium ARC.

Selain fokus pada teknologi pengolahan, USK juga menyiapkan skema pemberdayaan petani yang komprehensif. Perguruan tinggi ini akan menyediakan bantuan berupa bibit unggul dan pupuk berkualitas kepada para petani lokal. Poin krusial dalam skema ini adalah adanya jaminan pembelian hasil panen oleh pihak kampus, sehingga petani tidak lagi merasa khawatir akan fluktuasi harga atau ketiadaan pasar saat masa panen tiba.

Ekspansi Sektor Usaha dan Penetrasi Pasar Global

Direktur Kantor ILO Indonesia dan Timor Leste, Simrin C. Singh, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, nilam Aceh memiliki reputasi luar biasa dan telah mulai mendapatkan perhatian serius di pasar global. Kolaborasi ini dianggap sebagai momentum tepat untuk mengenalkan produk turunan nilam Aceh ke jaringan kemitraan internasional yang lebih luas.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus memperkuat kerja sama dalam pengembangan bisnis nilam. Potensi ini sudah mendapat perhatian internasional dan perlu kita dukung bersama agar semakin berkembang,” kata Simrin C. Singh. Dukungan ILO diharapkan dapat membantu standarisasi kerja dan pembukaan akses pasar yang lebih transparan bagi produk-produk Aceh.

Ke depan, USK tidak hanya berhenti pada komoditas nilam. Rektor Prof. Mirza Tabrani mengungkapkan rencana besar untuk mereplikasi model bisnis serupa pada sektor lain, seperti peternakan dan pertanian terpadu. Dengan memanfaatkan pengalaman manajerialnya di sektor perbankan, Rektor berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola unit usaha kampus agar lebih profesional dan memberikan kontribusi ekonomi yang optimal bagi daerah dan universitas.

Bagikan
Sumber: kabarsdgs.com

Berita Terkini

Indeks