BANDA ACEH — Peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di atmosfer Aceh dipicu sejumlah fenomena meteorologi yang aktif bersamaan. BMKG mengidentifikasi gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial tengah aktif, disertai daerah belokan angin serta konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Pasokan uap air turut bertambah dari suhu permukaan laut yang relatif hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, juga perairan utara dan timur Aceh. Kombinasi faktor itu yang mendorong potensi hujan intensitas sedang sampai sangat lebat di sejumlah kabupaten dan kota.
Pada hari pertama periode peringatan, BMKG mencatat sedikitnya 14 kabupaten masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Wilayahnya meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Nagan Raya.
Belum ada wilayah yang dimasukkan ke kategori hujan lebat hingga sangat lebat pada Rabu. Peringatan bergerak naik ke hari berikutnya.
Memasuki Kamis (22/10/2026), jumlah daerah yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat bertambah menjadi 15 kabupaten/kota. Daftarnya mencakup Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, dan Nagan Raya.
Kabupaten Aceh Barat pada hari itu masuk kategori khusus: berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang. Prakiraan kota menunjukkan variasi cukup lebar. Banda Aceh diperkirakan cerah berawan hingga berawan dengan suhu 25-29 derajat Celsius, sedangkan Sabang berpotensi hujan pada malam hari dengan suhu 25-30 derajat Celsius.
Hujan petir pada malam hari masuk prakiraan untuk Sigli, Subulussalam, Simpang Tiga Redelong, dan Blang Kejeren. Suhu di dataran tinggi lebih rendah: Takengon 18-25 derajat Celsius, Simpang Tiga Redelong 17-24 derajat Celsius, dan Blang Kejeren 16-27 derajat Celsius. Suhu maksimum 31 derajat Celsius diprakirakan di Lhoksukon, Subulussalam, dan Karang Baru.
Intensitas hujan diprakirakan meningkat pada Jumat (23/10/2026). Enam kabupaten masuk daftar berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang, yakni Aceh Barat, Aceh Tenggara, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Gayo Lues.
Sebelas kabupaten/kota lain berpotensi hujan sedang hingga lebat: Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Pidie, Pidie Jaya, dan Subulussalam.
Warga yang bermukim di kawasan rawan genangan, bantaran sungai, wilayah perbukitan, dan daerah dengan akses jalan rentan terganggu saat hujan deras perlu menaikkan kewaspadaan. Hujan berintensitas tinggi dan berlangsung lama dapat menaikkan risiko banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi.
BMKG menegaskan peringatan ini merupakan prakiraan potensi cuaca, bukan laporan bencana yang sudah terjadi. Pemerintah daerah dan instansi penanggulangan bencana diminta memakai informasi prakiraan sebagai bahan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang sudah diidentifikasi berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Hujan sedang hingga lebat dapat datang tiba-tiba, khususnya sore hingga malam, seiring pemanasan intensif pada siang hari yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Pengguna perjalanan darat diimbau lebih hati-hati ketika menghadapi hujan deras dan angin kencang.
BMKG menyarankan warga menghindari aktivitas di kawasan sumber air seperti danau, sungai, dan waduk ketika hujan berintensitas tinggi atau berlangsung lama. Pantauan satelit dan laporan resmi stasiun meteorologi menjadi dasar peringatan dini yang diperbarui harian.