Petani Aceh Tamiang Kembali Garap Sawah Pascabencana, 15 Hektare di Paya Meta Telah Pulih

Penulis: Saiful  •  Jumat, 11 September 2026 | 05:46:31 WIB
Petani kembali menggarap sawah yang telah dipulihkan di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG — Sawah yang telah dipulihkan di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, kembali dimanfaatkan petani seperti sedia kala. Datok Penghulu Paya Meta, Sugianto, menyebut lahan seluas 15 hektare itu sudah selesai direhabilitasi.

"Saat ini, sawah yang telah dipulihkan tersebut sudah kembali aktif dan dimanfaatkan petani seperti sedia kala," kata Sugianto, Kamis 10 September 2026.

Sugianto mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menanggulangi bencana di desanya. Menurutnya, para petani kini bisa kembali memulihkan sumber penghidupan di kampung mereka.

Dari 8.161 Hektare LP2B, 4.173 Hektare Rusak akibat Bencana

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, Irwan Hadi, mengatakan rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk mempercepat pemulihan fungsi lahan pertanian. Aceh Tamiang memiliki 8.161 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dari luasan tersebut, 4.173 hektare mengalami kerusakan akibat bencana. Rinciannya, 1.961 hektare sawah rusak ringan dan 2.212 hektare sawah rusak sedang.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian dan gerak cepat pemerintah memperbaiki lahan sawah warga. Para petani bisa kembali menggarap lahan mereka dan memulihkan sumber penghidupan di kampung kami," kata Sugianto.

Anggaran Rp18,62 Miliar untuk Tahap Pertama

Rehabilitasi tahap pertama difokuskan pada sawah rusak ringan seluas 1.961 hektare dengan anggaran Rp18,62 miliar. Pelaksanaan di lapangan dilakukan bertahap dengan alokasi anggaran dan luasan lahan yang berbeda.

Percepatan rehabilitasi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pemulihan fungsi lahan menjadi kunci bagi petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Aceh Tamiang di Jalur Lintas Sumatra

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur yang terletak di sebelah utaranya. Di sebelah selatan, kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Sumatra Utara.

Posisinya di jalur lintas Sumatra membuat Aceh Tamiang strategis. Jarak ke Medan sekitar 130 km, sementara ke Banda Aceh sekitar 450 km.

Reporter: Saiful
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top