ACEH — CEO IDX Channel Syafril Nasution menegaskan, ajang ini bukan sekadar seremoni penghargaan tahunan. Ia menjadi sarana untuk memotivasi korporasi agar terus beradaptasi di tengah lanskap ekonomi yang makin kompleks. "Ini sudah delapan tahun berturut-turut dilakukan oleh IDX Channel. Kenapa kita lakukan ini, sebagaimana kita ketahui semakin ke depan pertumbuhan bisnis kita ini sangat dinamis. Tentunya hal ini akibat adanya kondisi ekonomi global," ujarnya saat membuka ICAII 2026.
Syafril memetakan setidaknya empat tantangan utama yang kini dihadapi korporasi. Pertama, kondisi ekonomi global yang belum stabil. Kedua, perubahan geopolitik yang mengubah rantai pasok dan arah investasi.
Ketiga, disrupsi teknologi yang berlangsung cepat dan mengubah model bisnis konvensional. Keempat, perubahan iklim yang memaksa perusahaan memikirkan keberlanjutan, plus pergeseran perilaku masyarakat yang menuntut inovasi layanan dan produk.
Bagi pelaku usaha, pesan dari ajang ini terang: inovasi tidak bisa lagi ditempatkan sebagai proyek sekunder. Di tengah ketidakpastian global, perusahaan yang mampu membaca perubahan dan meresponsnya dengan cepat memiliki peluang lebih besar untuk menjaga pertumbuhan.
ICAII 2026 diharapkan menjadi pemicu bagi lebih banyak korporasi untuk berani mengambil langkah transformatif. Apresiasi yang diberikan bukan hanya untuk produk baru, tetapi juga untuk model bisnis, proses internal, hingga strategi keterlibatan dengan konsumen yang dijalankan secara berbeda dari kebiasaan industri.
Investasi dan pengembangan inovasi pada akhirnya menjadi penentu daya saing jangka panjang di pasar domestik maupun global.