BANDA ACEH — Pergantian pucuk pimpinan di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh resmi terjadi. Taufik, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, kini mengemban amanah baru sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) Plt Sekda kepada Taufik dilakukan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah pada Senin (24/8/2026). Momen ini berlangsung secara hybrid, di mana Fadhlullah menyaksikan langsung dari Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, sementara Taufik menerima SK di Aula Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Banda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Fadhlullah berpesan agar Taufik menjalankan tugas barunya secara profesional. Ia menekankan pentingnya integritas dan komunikasi yang baik dengan seluruh mitra Pemerintah Aceh.
"Selamat bekerja, jaga integritas, dan bangun komunikasi yang baik dengan mitra Pemerintah Aceh," kata Fadhlullah melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.
Sebelum penyerahan SK kepada Taufik, Fadhlullah lebih dulu melantik M Nasir Syamaun sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Pelantikan ini dilakukan atas perintah langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
"Saya melantik Saudara Nasir atas perintah Gubernur Aceh Muzakir Manaf," ujar Fadhlullah.
M Nasir sendiri resmi diberhentikan dengan hormat dari jabatan Sekda Aceh berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 95/TPA Tahun 2026 pada 21 Agustus lalu. Jabatan barunya ini merupakan penugasan baru setelah hampir dua tahun memimpin birokrasi di lingkungan Pemerintah Aceh.
Fadhlullah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi M Nasir selama menjabat sebagai Sekda Aceh. Ia menilai pergeseran jabatan ini merupakan hal yang lumrah dalam penyegaran organisasi aparatur sipil negara (ASN).
"Namun itulah keputusan Bapak Gubernur dan beliau ditunjuk dan diberi jabatan yang baru. Penyegaran dan memberi jabatan. Bagi ASN ini hal yang biasa, dan tak perlu dibesar-besarkan. Kepada Bang Nasir yang telah menjabat sebagai sekda selama ini kita ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya," kata Fadhlullah.