ACEH BESAR — Rencana pembangunan jaringan pipanisasi dari mata air Pucok Krueng mulai memasuki tahap peninjauan lapangan. Pasiter Kodim 0101/Banda Aceh Mayor Inf Sumastono bersama Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti, Keuchik Gampong Lamkruet, Babinsa Koramil 03/Lhoknga, serta Tim UPTD BPTHP Aceh meninjau langsung lokasi sumber air tersebut, Kamis (20/08/2026).
Kegiatan ini merupakan respons atas mulai berkurangnya ketersediaan air di Aceh Besar akibat musim kemarau. Air dari Pucok Krueng nantinya tidak hanya dialirkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi persawahan, tetapi juga diharapkan membantu mencukupi keperluan air bersih warga di kawasan sekitar.
Berdasarkan peninjauan yang dilakukan, air dari mata air Pucok Krueng direncanakan dialirkan menuju dua kawasan pertanian, yakni Blang Musang dan Blang Raba. Kedua lahan ini selama ini kerap terdampak ketika debit air menurun di musim kemarau.
Peninjauan lapangan difokuskan pada tiga hal utama: kondisi sumber air, medan yang akan dilalui jalur pipa, serta kebutuhan teknis yang harus disiapkan sebelum pembangunan direalisasikan. Hasil kajian ini nantinya menjadi dasar perencanaan agar jaringan pipa yang dibangun benar-benar efektif menjangkau area persawahan dan permukiman warga.
Pemanfaatan sumber mata air Pucok Krueng dinilai strategis untuk menjaga produktivitas persawahan di tengah berkurangnya pasokan air. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut setiap tahun.
Kehadiran jaringan pipanisasi diharapkan memberi kepastian pasokan air bagi petani, sehingga aktivitas bercocok tanam tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan. Bagi warga sekitar, fasilitas ini juga menjadi solusi atas kesulitan mendapatkan air bersih saat kemarau berkepanjangan.
Setelah peninjauan ini, tahap berikutnya adalah penyusunan kebutuhan teknis dan perencanaan pembangunan sebelum proyek pipanisasi dieksekusi di lapangan.