Jembatan Bailey Brawang Gajah di Aceh Tengah Dikebut, 2.381 Jiwa di 4 Desa Segera Nikmati Akses Baru

Penulis: Saiful  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:15:01 WIB
Pembangunan Jembatan Bailey Brawang Gajah di Desa Burlah, Aceh Tengah, mencapai progres 10 persen dan ditargetkan melayani 2.381 jiwa dari empat desa.

ACEH TENGAH — Pembangunan Jembatan Bailey Brawang Gajah di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus dikebut oleh Satgas gabungan TNI. Hingga Senin (17/8/2026), progres keseluruhan pembangunan konstruksi jembatan yang mulai dikerjakan 11 Agustus 2026 itu telah mencapai sekitar 10 persen.

Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto, menyatakan percepatan dilakukan agar akses masyarakat segera pulih. “Pembangunan jembatan ini terus kita kebut sesuai tahapan pekerjaan. Harapannya, setelah selesai nanti dapat segera dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Jembatan 36 Meter untuk 4 Desa, Berapa Warga yang Diuntungkan?

Kehadiran jembatan ini tidak hanya memutus isolasi, tetapi juga menjadi urat nadi ekonomi baru. Berdasarkan data dari Kodim 0106/Aceh Tengah, jembatan dengan lebar 4 meter ini akan melayani sekitar 756 kepala keluarga (KK) atau 2.381 jiwa.

Warga yang akan merasakan dampaknya tersebar di empat desa: Desa Burlah, Desa Burge Ara, Desa Bintang Pepara, dan Desa Kekuyang. Selama ini, warga keempat desa tersebut kerap kesulitan saat melintasi sungai, terutama di musim hujan.

Rakit Panel Bailey dan Penimbunan Tanggul Jadi Prioritas

Pekerjaan di lapangan terbagi dalam beberapa tahap. Hingga kemarin, penimbunan tanggul tepi sungai telah rampung sekitar 80 persen, sementara perakitan panel Bailey baru mencapai 15 persen. Untuk Selasa (18/8/2026), personel difokuskan pada perakitan panel jembatan sebagai bagian dari konstruksi utama.

Progres pengerjaan proyek ini melibatkan puluhan personel gabungan. Sebanyak 20 orang dari Yon TP 854/DK dikerahkan, diperkuat dua personel Koramil 09/Ketol, satu orang dari Asistensi Zeni Pura 16/DA, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat. Dua unit excavator TNI AD juga dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan tanah.

Kapasitas 20 Ton, Siap Dilintasi Kendaraan Berat

Jembatan Bailey Brawang Gajah dibangun melintasi sungai dengan lebar sekitar 25 meter dan kedalaman air normal 3 meter. Dengan spesifikasi panjang 36 meter dan lebar 4 meter, jembatan ini didesain mampu menahan beban hingga 20 ton.

Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mendukung aktivitas pertanian dan distribusi logistik warga. Letkol Czi Rudy Haryanto menegaskan, keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya percepatan ini. “Kita akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan. Semoga seluruh tahapan berjalan lancar sehingga jembatan ini dapat segera diselesaikan dan digunakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Saiful
Sumber: acehnow.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top