PIDIE JAYA — Gampong Meunasah Mancang menjadi saksi babak baru pemulihan pascabencana dengan diresmikannya Balai Pak Anies, Kamis (23/7/2026). Fasilitas ini dibangun oleh Humanies Project dan dihadiri langsung oleh Anies Baswedan bersama tim, serta jajaran DT Peduli Aceh yang selama ini menjadi garda terdepan penanganan bencana di desa tersebut.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Bagi warga setempat, balai ini adalah ruang bersama yang akan digunakan untuk musyawarah, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan yang sempat terhenti akibat terjangan banjir bandang pada 2025 lalu.
Gampong Meunasah Mancang memiliki ikatan erat dengan DT Peduli Aceh. Sejak masa tanggap darurat, desa ini ditetapkan sebagai posko utama lembaga amil zakat nasional tersebut dalam penanganan bencana banjir bandang. Kehadiran balai warga ini menjadi penanda bahwa proses pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga menghidupkan kembali ruang-ruang sosial warga.
Dalam sambutannya, Anies Baswedan menyampaikan harapan agar Balai Pak Anies mampu menjadi tempat yang memberikan manfaat luas bagi seluruh masyarakat. Ia berharap fasilitas ini dapat mempererat silaturahmi dan menjadi pendorong kemajuan desa.
Muhammad, Ketua BUMDes Gampong Meunasah Mancang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas konsistensi bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan dari Humanies Project dan DT Peduli Aceh tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga fase pemulihan.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Tim Humanies Project dan DT Peduli yang telah membantu masyarakat Gampong Meunasah Mancang dalam penanganan bencana banjir bandang. Semoga segala kebaikan ini menjadi amal saleh dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT, bagi seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu masyarakat kami," ungkap Muhammad.
Kehadiran Balai Pak Anies diharapkan menjadi titik awal penguatan kembali aktivitas ekonomi dan sosial warga. Keberadaan BUMDes yang aktif turut menjadi motor penggerak agar fasilitas ini tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan pusat kegiatan yang produktif.
Peresmian ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas lembaga. DT Peduli Aceh yang fokus pada penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf, bersinergi dengan Humanies Project dalam menghadirkan dampak jangka panjang bagi masyarakat penyintas bencana.
Dengan beroperasinya balai warga ini, warga Gampong Meunasah Mancang kini memiliki ruang untuk kembali bermusyawarah dan merencanakan masa depan desa mereka setelah melalui masa sulit akibat bencana. Semangat gotong royong yang menjadi fondasi pemulihan diharapkan terus terjaga melalui fasilitas baru ini.