Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara Turun Timbun Sisi Jembatan Beton di Desa Bunga Melut, Warga: Pekerjaan Terasa Lebih Ringan

Penulis: Ragil  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 15:01:31 WIB
Babinsa Posramil Deleng Pokhkisen bersama warga menimbun lubang di sisi Jembatan Beton Desa Bunga Melut, Aceh Tenggara, Sabtu (8/8/2026).

ACEH TENGGARA — Sejumlah lubang dan permukaan tanah yang belum rata di sisi Jembatan Beton Desa Bunga Melut, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai ditutup melalui kerja bakti bersama, Sabtu (8/8/2026). Personel Babinsa Posramil Deleng Pokhkisen, Serda Arpit Journalis, turun langsung membantu warga mengangkut dan meratakan material timbunan di bagian kiri dan kanan badan jembatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Dengan peralatan seadanya dan mengandalkan tenaga swadaya, material diangkut lalu diratakan secara bertahap agar area sekitar jembatan lebih aman dilintasi.

Babinsa: Jembatan Kunci Mobilitas Warga dan Hasil Pertanian

Serda Arpit Journalis mengatakan bahwa pengerjaan dilakukan secara bersama-sama agar jembatan dapat segera dimanfaatkan dengan nyaman. Menurutnya, infrastruktur ini menjadi sarana penghubung penting bagi aktivitas harian warga, mulai dari bepergian hingga mengangkut hasil pertanian.

“Untuk kegiatan hari ini kami melaksanakan gotong royong bersama masyarakat untuk menimbun lubang di bagian kiri dan kanan jembatan yang telah dibangun. Kami bersama warga saling bahu-membahu agar pekerjaan ini dapat segera diselesaikan sehingga nantinya jembatan bisa dimanfaatkan dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Serda Arpit.

“Pembangunan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap setelah seluruh proses pengerjaan selesai, akses warga menjadi lebih mudah, aman dan lancar. Karena itu, kami akan terus berupaya membantu masyarakat sesuai kemampuan dan tugas kami di wilayah,” tambahnya.

Gotong Royong Jadi Perekat Hubungan TNI dan Warga

Di luar aspek fisik, kerja bakti ini dinilai memiliki nilai sosial yang kuat. Serda Arpit menegaskan bahwa budaya gotong royong perlu dipertahankan karena menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing.

Kehadiran Babinsa di lokasi juga menjadi sarana mempererat komunikasi sosial. Interaksi langsung di lapangan memungkinkan TNI mengetahui berbagai kondisi dan kebutuhan warga di wilayah binaannya secara lebih dekat.

Salah seorang perangkat Desa Bunga Melut yang turut serta mengapresiasi peran aktif Babinsa. Menurutnya, semangat warga meningkat ketika personel TNI ikut turun tangan dalam pekerjaan fisik semacam ini.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu mau turun langsung bersama masyarakat. Kehadiran Babinsa membuat warga merasa diperhatikan dan semakin bersemangat untuk bergotong royong. Pekerjaan yang dilakukan bersama-sama juga terasa lebih ringan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan terus terjaga, sekaligus mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan agar manfaatnya segera dirasakan seluruh masyarakat Desa Bunga Melut. Hal senada juga disampaikan Agus (45), seorang warga setempat yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Reporter: Ragil
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top