ACEH TIMUR — Langkah cepat diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur untuk memulihkan ekonomi warga pascabanjir besar akhir November 2025. Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky terbang ke Jakarta dan bertemu langsung dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf untuk memastikan usulan bantuan senilai Rp 578,48 miliar segera diproses Kementerian Sosial (Kemensos).
"Kami sudah menjumpai Menteri Sosial dan menyerahkan usulan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir. Total bantuan mencapai Rp 578,48 miliar," kata Iskandar di Aceh Timur, Rabu.
Usulan bantuan ini terbagi dalam dua tahap dengan rincian penerima yang berbeda. Untuk tahap pertama gelombang kedua, Pemkab Aceh Timur mengusulkan tiga skema bantuan bagi 18.281 keluarga penerima manfaat (KPM).
Total nilai usulan pada tahap pertama mencapai Rp 235,26 miliar. Sementara itu, tahap kedua menyasar 26.775 keluarga penerima manfaat dengan total nilai usulan lebih besar, yakni Rp 343,21 miliar.
Pada tahap kedua, alokasi terbesar tetap ditujukan untuk jaminan hidup. Pemkab Aceh Timur mengusulkan bantuan jaminan hidup senilai Rp 129 miliar untuk 26.775 keluarga, serta bantuan stimulan ekonomi Rp 133,87 miliar untuk jumlah penerima yang sama.
"Serta bantuan isi hunian sebesar Rp 80,32 miliar untuk 26.775 keluarga penerima manfaat. Total usulan tahap dua mencapai Rp 343,21 miliar. Jadi, total usulan bantuan yang diperjuangkan mencapai Rp 578,48 miliar," ujar Iskandar.
Iskandar menyampaikan apresiasinya karena usulan tersebut tidak ditolak. Ia mengaku Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan sinyal positif dengan menyatakan seluruh dokumen usulan tengah berjalan di birokrasi Kemensos.
"Alhamdulillah, Bapak Menteri menyampaikan bahwa seluruh usulan tersebut sedang berproses. Kami berharap seluruh usulan dapat segera dicairkan, sehingga masyarakat terdampak banjir bisa segera menerima bantuan yang menjadi hak mereka," kata Iskandar.
Banjir yang melanda Aceh Timur pada akhir November 2025 lalu merupakan bencana hidrometeorologi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan rumah terendam dan akses jalan sempat terputus, membuat warga kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian.
Dengan adanya usulan bantuan ini, Pemkab Aceh Timur menargetkan pemulihan total dapat berlangsung cepat. Bantuan stimulan ekonomi diharapkan mampu menghidupkan kembali usaha mikro warga yang lumpuh akibat banjir, sementara jaminan hidup menutup kebutuhan dasar selama masa pemulihan.