MEULABOH — Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat dan Nagan Raya kian meluas. BPBD Aceh Barat mencatat lahan yang terbakar di empat kecamatan mencapai 12,5 hektare, meliputi Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Meureubo, serta Woyla Barat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun asap tebal mulai mengganggu aktivitas warga di beberapa desa.
Empat kecamatan di Aceh Barat menjadi titik terparah karhutla. Data BPBD setempat menyebutkan 12,5 hektare lahan terbakar, sebagian besar merupakan semak belukar dan lahan kosong. Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman manual sembari menunggu efek dari operasi modifikasi cuaca.
Untuk mempercepat pemadaman, BNPB menggandeng PT Smart Cakrawala Aviation menerbangkan pesawat Cessna C208 bernomor PK-SNM dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Pesawat membawa satu ton garam NaCl yang ditaburkan pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki. "Penyemaian bahan semai NaCl sebanyak satu ton ini dilakukan pada ketinggian ideal agar distribusi garam klorida di dalam awan berjalan optimal," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal di Meulaboh, Sabtu (25/7).
Operasi penyemaian awan menyasar cakupan blocking area Radial 120-210/50-120 NM dengan bearing 140 dari Banda Aceh. Menurut Teuku Ronal, misi ini difokuskan pada wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya. "Operasi penyemaian awan ini dikerahkan sebagai bagian dari upaya penanganan kebencanaan di Aceh Barat dan Nagan Raya," ujarnya.
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dalam periode yang sama. Operasi modifikasi cuaca diharapkan efektif mendukung percepatan pemulihan cuaca dan hidrometeorologi di kawasan barat Aceh. Tim di lapangan terus memantau perkembangan penyemaian awan untuk mengevaluasi hasil operasi selanjutnya.