BANDA ACEH — Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh dijadwalkan berlangsung pada 20–22 November 2026. Salah satu agenda utamanya adalah pemilihan ketua baru untuk memimpin organisasi wartawan di provinsi ujung barat Indonesia itu.
Selama hampir lima tahun memimpin, Nasir Nurdin mencatat sejumlah capaian. Data PWI Aceh menunjukkan jumlah anggota biasa yang memiliki hak pilih melonjak dari sekitar 200 wartawan pada 2021 menjadi 350 wartawan saat ini.
Selain itu, terdapat sekitar 150 wartawan berstatus anggota Muda dan Madya. Mereka belum memiliki hak pilih maupun dipilih dan hanya berperan sebagai peninjau dalam konferprov.
Salah satu program yang dijalankan adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara berkala. Langkah ini bertujuan memastikan setiap anggota menjalankan tugas sesuai Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Nasir juga mendorong peningkatan status sejumlah kantor balai wartawan menjadi kantor cabang PWI di berbagai kabupaten/kota. Upaya ini sekaligus mendorong pemerintah setempat menyediakan kantor definitif bagi organisasi.
Selama lima tahun terakhir, berbagai kegiatan seremonial dan peringatan hari besar keagamaan rutin diadakan. Menurut Nasir, hal itu wajar dalam sebuah organisasi meskipun ia menyebutnya sebagai kegiatan yang ‘meuripe’ atau ramai.
Nasir mengakui mulai muncul kandidat lain di media online. Namun, ia belum melihat rekam jejak calon tersebut, terutama yang berasal dari daerah. “Saya tidak mengecilkan calon lain, namun parameternya tetap melihat kapasitas dan kemampuan manajerial organisasi pers dan ujungnya menjaga marwah PWI, bukan malah menjual nama PWI,” ujarnya.
Ia menduga kemunculan kandidat lain hanya sekadar ‘show of force’ agar publik tahu ada saingan, sehingga pemilihan nanti tidak bersifat tunggal atau aklamasi.
Konferprov PWI Aceh akan menjadi puncak dari rangkaian organisasi yang berakhir pada November 2026. Dalam ajang ini, seluruh anggota biasa yang memenuhi syarat akan memberikan suara untuk menentukan ketua periode 2026–2031.