Ratusan Emak-emak di Nagan Raya Ramaikan Festival Peh Karang dan Lomba Masak, Bupati Sebut Kue Karah Simbol Ketekunan

Penulis: Ragil  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 18:11:31 WIB
peserta dari sembilan kecamatan dan kategori umum mengikuti Festival Peh Karah di Nagan Raya.

SUKA MAKMUE — Sebanyak 188 peserta yang tergabung dalam 94 tim dari sembilan kecamatan dan kategori umum ambil bagian dalam Festival Peh Karah. Sementara itu, Lomba Memasak Nagan Culinary Festival 2026 diikuti 40 peserta yang mewakili sepuluh kecamatan, masing-masing mengirimkan satu tim berisi tiga juru masak dan satu pendamping dari TP PKK.

Kue Karah: Filosofi Ketekunan dan Kebersamaan

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK, membuka langsung festival ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kuliner tradisional bukan sekadar makanan, melainkan identitas dan sejarah yang harus diwariskan.

"Nagan Raya memiliki kekayaan rempah, cita rasa tradisional, dan ragam kuliner khas yang memiliki potensi besar untuk dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional," ujar TRK.

Ia secara khusus menyoroti Kue Karah, salah satu kuliner kebanggaan masyarakat Nagan Raya. Menurut bupati, kue ini tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga sarat nilai filosofis.

"Tetapi juga mengandung nilai filosofi tentang ketekunan, kesabaran, kebersamaan, serta semangat menjaga tradisi para leluhur," sambungnya.

Dari Dapur ke Pasar: Kuliner Tradisional Ditargetkan Jadi Produk UMKM Unggulan

TRK menilai penyelenggaraan festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian kuliner sekaligus memperkenalkan gastronomi Nagan Raya ke khalayak lebih luas. Ia yakin kuliner khas daerah memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Dengan inovasi, kualitas yang terjaga, dan promosi yang berkelanjutan, saya yakin berbagai kuliner khas Nagan Raya mampu bersaing di pasar yang lebih luas," katanya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagan Raya dan seluruh TP PKK dari sepuluh kecamatan yang berpartisipasi. Menurutnya, tangan-tangan kreatif para ibu menjadi kunci agar resep tradisional terus diwariskan dan dikembangkan tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Edukasi Budaya dan Penguatan Silaturahmi

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Nagan Raya, Teuku Barliansyah, S.I.Kom., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang Pemuda, Kudri, S.Pd., menegaskan bahwa Festival Peh Karah bukan sekadar ajang perlombaan. Ia menyebut festival ini sebagai media edukasi dan promosi budaya daerah.

"Melalui festival ini, kami ingin memastikan tradisi Peh Karah tetap hidup, diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus mampu menjadi produk kuliner unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung sektor pariwisata Kabupaten Nagan Raya," ujar Kudri.

TRK menambahkan, kegiatan ini bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinovasi, mempererat silaturahmi antarkecamatan, serta mempromosikan kekayaan kuliner daerah. Ia berharap Kue Karah dan aneka kuliner khas Nagan Raya terus dipromosikan di tingkat daerah maupun nasional.

"Kita ingin kuliner tradisional menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan menjadi duta budaya yang memperkenalkan cita rasa Nagan Raya kepada Indonesia bahkan dunia," tegasnya.

Reporter: Ragil
Sumber: narasiterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top