PIDIE JAYA — Panggung hiburan rakyat akan meramaikan malam final Piala Dunia 2026 di Pidie Jaya. Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Pidie Jaya, Asril, S.Pd. MM, mengatakan bahwa sebelum laga Spanyol versus Argentina dimulai, masyarakat akan dihibur dengan penampilan Rapai, Seudati, dan musik tradisional yang dipandu oleh Syekh Husni.
"Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif, di mana masyarakat dari berbagai kalangan dapat berkumpul dan berinteraksi serta dapat menikmati momentum olahraga internasional secara bersama-sama," ujar Asril kepada media, Minggu (19/7/2026).
Nobar yang diprakarsai oleh Disporapar dan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) ini mendapat sokongan dari pihak swasta dan perbankan. Telkomsel menyediakan frame layar utama, memasang gapura balon, serta menyiapkan hadiah kuis senilai total Rp1 juta untuk 10 pemenang. Sementara itu, Bank Aceh turut mendukung jalannya acara.
Menurut Asril, kehadiran sponsor ini melengkapi komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang hiburan publik yang aman, nyaman, dan mampu menyatukan masyarakat dalam semangat sportivitas.
Kegiatan nobar ini bukan sekadar inisiatif lokal. Pemkab Pidie Jaya menjalankan instruksi langsung dari Menteri Dalam Negeri melalui Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ. Edaran tersebut mewajibkan seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk menginisiasi dan memfasilitasi nobar Piala Dunia 2026 di wilayah masing-masing, termasuk untuk putaran final.
Tujuan utama dari instruksi tersebut adalah menggerakkan ekonomi rakyat dan UMKM di sekitar lokasi acara. Dengan adanya nobar, diharapkan warga berbondong-bondong keluar rumah dan berbelanja di pedagang kaki lima setempat.
Asril menambahkan bahwa momen ini akan menjadi sejarah yang tercatat di ingatan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan bahwa nobar bukan hanya soal menonton pertandingan, tetapi juga ajang berkumpulnya warga dari berbagai latar belakang.
"Ini akan menjadi sejarah yang akan tercatat di ingatan masyarakat di kemudian hari kelak," kata Asril.
Dengan konsep panggung hiburan tradisional dan dukungan infrastruktur dari sponsor, Pemkab Pidie Jaya berharap masyarakat dapat menikmati pertandingan final dengan aman dan meriah. Acara dimulai pada Senin malam di Halaman Gedung MTQ Pidie Jaya.