BCA, BRI, dan Mandiri Buktikan Biaya Dana Tetap Terjaga Meski BI Rate Naik ke 5,75%

Penulis: Yasir  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 10:38:31 WIB
BCA mencatatkan porsi dana murah (CASA) sebesar 85,2% dari total DPK per Maret 2026, menekan dampak kenaikan BI Rate.

ACEH — Data perbankan hingga kuartal I-2026 menunjukkan bahwa bank dengan porsi CASA di atas 80% mampu meredam dampak kenaikan suku bunga acuan. BCA misalnya, mencatatkan CASA sebesar Rp 1.089 triliun per Maret 2026, tumbuh 11,2% secara tahunan. Porsi dana murah ini mencapai 85,2% dari total DPK BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, keunggulan bisnis perbankan transaksi menjadi kunci utama terjaganya biaya dana perseroan. "Cost of fund BCA relatif terjaga sehubungan dengan keunggulan perbankan transaksi yang dimiliki BCA," ujarnya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).

BRI dan Mandiri Catatkan Penurunan Biaya Dana

Tren serupa juga terlihat di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Hingga akhir Maret 2026, DPK BRI mencapai Rp 1.555 triliun, naik 9,4% secara tahunan. Porsi CASA meningkat signifikan menjadi 68,07% dari total DPK, lebih tinggi dibandingkan 65,77% pada periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan struktur pendanaan itu mendorong biaya dana BRI turun menjadi 2,33% pada kuartal I-2026 dari 2,98% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk mencatat biaya dana sebesar 1,97% pada kuartal I-2026, turun dari 2,15% pada kuartal sebelumnya. Mandiri menargetkan biaya dana tetap berada di kisaran 1,9% hingga akhir tahun.

Komponen biaya dana terbesar Mandiri masih berasal dari deposito sebesar 3,96%, sedangkan biaya dana giro dan tabungan masing-masing sebesar 1,83% dan 0,34%.

Tekanan Biaya Dana Mulai Terasa di Bank Menengah

Kondisi berbeda dialami KB Bank. Wholesales Director KB Bank Widodo Suryadi mengakui biaya dana perseroan per Juni 2026 bergerak naik sejalan dengan kenaikan BI Rate. "Sejalan dengan penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia pada Mei lalu, biaya dana KB Bank per Juni 2026 memang bergerak naik dibandingkan periode sebelumnya," ujar Widodo.

Untuk menahan laju kenaikan, KB Bank akan lebih selektif dalam memberikan suku bunga khusus pada penghimpunan dana sesuai kebutuhan likuiditas. Perseroan juga memperkuat porsi dana murah agar struktur pendanaan lebih efisien. Hingga Mei 2026, DPK KB Bank tercatat tumbuh 6,03% secara tahunan menjadi Rp 44,08 triliun.

Dampak Kenaikan BI Rate Tidak Langsung Terasa

Ekonom Makro PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Myrdal Gunarto menilai, kenaikan suku bunga acuan memang akan mendorong penyesuaian biaya dana perbankan, namun tidak terjadi secara instan. "Kalaupun ada penyesuaian terkait cost of fund, ya pasti ada. Tapi ada lagging juga, jadi tidak langsung," kata Myrdal.

Menurutnya, tekanan terhadap biaya dana saat ini juga dipengaruhi ketidakpastian global, mulai dari tensi geopolitik, kenaikan harga minyak, hingga penguatan dolar AS. Meski demikian, Myrdal memperkirakan dampak kenaikan biaya dana terhadap net interest margin (NIM) dan profitabilitas perbankan masih akan terbatas. "Kalaupun turun juga, kalau kita lihat tidak banyak," ujarnya.

Reporter: Yasir
Sumber: keuangan.kontan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top