BANDA ACEH — Pemerintah Aceh memastikan seluruh korban insiden KMP Aceh Hebat 2 mendapatkan layanan medis optimal. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa para taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan kru kapal di Pelabuhan Ulee Lheue, Jumat (12/6).
Nurlis menegaskan keselamatan dan pemulihan kondisi korban menjadi prioritas saat ini. Ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait berkoordinasi intensif dengan rumah sakit, operator kapal, dan instansi pelabuhan.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah yang menimpa para taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan kru kapal. Keselamatan dan pemulihan kondisi korban menjadi prioritas utama saat ini,” kata Nurlis.
Selain fokus pada korban, Pemerintah Aceh menilai penting dilakukan investigasi menyeluruh. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat standar keselamatan dan prosedur operasional kapal.
“Penyebab kejadian harus diketahui secara jelas agar langkah-langkah perbaikan dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat,” ujar Nurlis. Pemerintah Aceh mendukung penuh proses pemeriksaan yang tengah dilakukan pihak berwenang.
Nurlis mengapresiasi langkah cepat Dinas Perhubungan Aceh, PT ASDP Indonesia Ferry, KSOP Malahayati, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan tenaga medis. Semua pihak bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para korban sejak awal kejadian.
Pemerintah Aceh berharap koordinasi antarinstansi terus berjalan hingga seluruh korban pulih. Langkah mitigasi juga disiapkan untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.