PIDIE JAYA — Ribuan guru PPPK Paruh Waktu di Pidie Jaya harus bersabar lebih lama. Pasalnya, hak mereka berupa gaji bulanan belum juga dibayarkan oleh pemerintah daerah sejak awal tahun ini. Keluhan tersebut langsung disampaikan perwakilan guru kepada Bupati Sibral Malasyi dalam audiensi tertutup di ruang rapat Setdakab, Jumat (12/6/2026).
Dalam pertemuan itu, para pendidik membeberkan sederet persoalan yang tak kunjung rampung. Selain gaji yang mangkir sejak Januari, mereka juga mengeluhkan perbedaan besaran honor antarsesama PPPK, distribusi jam mengajar yang timpang, hingga terhentinya sejumlah bantuan sosial setelah status mereka berubah dari tenaga honorer menjadi ASN PPPK.
Menanggapi hal itu, Bupati Sibral menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar administratif, melainkan menyangkut kelangsungan hidup tenaga pendidik di daerah. Ia berjanji akan menempuh jalur koordinasi lintas sektor dan mengkaji ulang regulasi yang ada.
“Berbagai aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami akan mencari solusi terbaik agar hak-hak guru PPPK Paruh Waktu dapat terpenuhi sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku,” ujar Sibral dalam pernyataannya, Sabtu (13/6/2026).
Salah satu kendala utama yang diakui pemkab adalah keterbatasan anggaran daerah. Namun, Sibral memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. Pemerintah disebut tengah menjajaki berbagai peluang pendanaan lain yang masih sesuai koridor hukum.
“Kami tidak ingin para pendidik terus berada dalam kondisi yang sulit. Jika ada kendala anggaran, pemerintah akan mencari peluang melalui skema lain yang memungkinkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa guru adalah ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di Pidie Jaya. Ia pun meminta para tenaga pendidik tetap menjalankan tugas mengajar dengan dedikasi tinggi sambil memberi ruang bagi pemerintah untuk bekerja.
“Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Kami berharap para guru tetap fokus mendidik anak-anak kita, sementara pemerintah terus bekerja mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang ada,” pungkasnya.