JAKARTA — Bank Aceh memanfaatkan ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 sebagai etalase untuk memperkenalkan layanan perbankan syariah dan produk unggulan daerah. Stan yang berlokasi di kawasan Aceh Creative & Cultural Experience ini menjadi pusat informasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam tentang produk tabungan, pembiayaan UMKM, hingga layanan digital banking.
Pemimpin Divisi Digitalisasi dan Layanan Bank Aceh, Syahrul Ramadhan, menyatakan bahwa partisipasi dalam PRJ bukan sekadar pameran. Pihaknya ingin menegaskan posisi Bank Aceh sebagai mitra pembangunan ekonomi daerah.
"Bank Aceh tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah. Keikutsertaan kami dalam PRJ 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap promosi Aceh secara menyeluruh, baik dari sisi pariwisata, budaya, maupun pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif," kata Syahrul.
Menurut Syahrul, PRJ merupakan salah satu pameran tahunan terbesar di Indonesia yang mampu menjangkau jutaan pengunjung dari berbagai daerah. Hal ini dinilai menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan transformasi layanan digital yang tengah dikembangkan Bank Aceh.
Berbagai inovasi perbankan digital diharapkan dapat mempermudah nasabah dalam bertransaksi dan mengakses layanan keuangan secara lebih efisien. Selain itu, stan ini juga menjadi ruang konsultasi langsung bagi pengunjung yang membutuhkan solusi pembiayaan usaha.
Kehadiran Bank Aceh di kawasan Aceh Creative & Cultural Experience dinilai mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor keuangan. Tujuannya jelas: mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui partisipasi ini, Bank Aceh berharap dapat semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Aceh di pasar nasional. Stan ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membangun ekosistem ekonomi yang modern tanpa meninggalkan kearifan lokal.