Ketua Federasi Sepak Bola Palestina Ditolak Visa AS, FIFA Angkat Bicara

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:29:01 WIB
Ketua Federasi Sepak Bola Palestina ditolak visa AS saat hendak memasuki wilayah Amerika Serikat.

ACEH — Rajoub sebenarnya sempat menonton laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City. Namun, langkahnya terhenti saat hendak memasuki wilayah AS. Ia tidak mendapat izin masuk dari otoritas imigrasi Negeri Paman Sam.

Padahal, FIFA secara rutin mengundang para ketua federasi dari negara anggota untuk hadir di Piala Dunia sebagai simbol persatuan global. Timnas Palestina sendiri tidak lolos ke turnamen edisi 2026.

Protes Keras Rajoub soal Larangan Masuk

"Saya tidak percaya apakah adil menggunakan atau menyalahgunakan dan menolak hak semua pesepakbola di dunia untuk datang," ujar Rajoub kepada The Guardian.

Ia menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok pemisah. Penolakan visa ini, menurutnya, bertentangan dengan semangat olahraga yang menjunjung tinggi persatuan.

Bukan Kasus Pertama, Presiden Palestina Juga Kena Imbas

Rajoub bukan satu-satunya figur sepak bola yang mengalami nasib serupa. Sebelumnya, wasit asal Somalia Omar Artan dan seorang fotografer timnas Irak juga ditolak masuk ke AS.

Kebijakan imigrasi AS terhadap pemegang paspor Palestina memang semakin ketat. Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS menerapkan aturan pembatasan baru bagi warga Palestina dan mereka yang pernah bekerja di wilayah tersebut.

Pada September 2025, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga tidak diizinkan mendapatkan visa untuk menghadiri sidang umum PBB. Departemen Luar Negeri AS hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait kasus Rajoub.

Infantino: FIFA Bukan Raja Dunia

Presiden FIFA, Gianni Infantino, buka suara soal kebuntuan ini. Ia mengakui pihaknya tengah berupaya menyelesaikan masalah visa yang menimpa Rajoub.

"Kita perlu menghormati. Kita bukan raja dunia yang bisa memerintah pemerintah dan kepolisian," tutur Infantino.

Pernyataan ini menunjukkan keterbatasan FIFA dalam menekan kebijakan imigrasi sebuah negara berdaulat. Infantino memilih jalur diplomasi ketimbang konfrontasi langsung dengan pemerintah AS.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top