DPD LSM Lira Aceh Singkil Minta Seluruh Dapur MBG Dilengkapi IPAL dan SLHS, Cegah Pencemaran Lingkungan

Penulis: Ragil  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 11:21:01 WIB
Ketua DPD Lira Aceh Singkil minta semua dapur MBG dilengkapi IPAL dan SLHS untuk cegah pencemaran.

SINGKIL — Ketua DPD Lira Aceh Singkil, Kasprijani, mendesak pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya segera membenahi sistem pengelolaan limbah. Menurutnya, sejak dapur program strategis nasional ini dibuka, masih banyak yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Risiko Keracunan dan Pencemaran Lingkungan

Kasprijani menyebutkan, tanpa IPAL dan SLHS, risiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan penerima manfaat semakin besar. Limbah cair yang mengandung minyak, lemak, dan sisa makanan bisa menyumbat saluran serta menimbulkan bau tak sedap.

“Karena apabila yang dua ini belum terpenuhi, maka kita khawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sangat beresiko keracunan makanan, maupun terkait higienisnya makanan yang disajikan,” ujarnya kepada wartawan di Singkil.

Standar Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Fasilitas MBG yang memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari menghasilkan limbah organik tinggi. Sistem IPAL yang memenuhi standar biasanya menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) atau sejenisnya.

Tahapan pengolahan limbah meliputi penyaringan awal dengan grease trap untuk memisahkan minyak dan lemak, pengendapan awal, penguraian biologis dengan bakteri pengurai, serta pengendapan akhir dan disinfeksi sebelum air dibuang ke saluran umum.

Sanksi Tegas dari Badan Gizi Nasional

Berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), dapur MBG yang beroperasi tanpa IPAL berisiko dikenai sanksi penghentian operasional sementara (suspend) atau penutupan paksa. Selama masa suspend, dapur tidak akan menerima insentif operasional yang biasanya bernilai Rp6 juta per hari.

Dapur juga akan dikenai status major improvement, yang mewajibkan pengelola melakukan perbaikan besar pada sarana prasarana sebelum diizinkan beroperasi kembali.

Desakan Pengawasan ke Semua Dapur

Kasprijani meminta dinas dan instansi terkait turun langsung ke seluruh dapur MBG di Kabupaten Aceh Singkil. Pengecekan menyeluruh diperlukan untuk memastikan dapur aman dikonsumsi anak-anak dan masyarakat penerima manfaat.

“Kami dari LSM Lira berkomitmen, sesuai petunjuk pimpinan pusat meminta, kepada semua pihak agar pengelolaan dapur MBG di Kabupaten Aceh Singkil beroperasi sesuai juknis yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” tutupnya.

Reporter: Ragil
Sumber: desernews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top