Satgas PRR Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh: 37 Lokasi Huntap Siap Dibangun, Warga Bireuen Rasakan Dampaknya

Penulis: Saiful  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:46:01 WIB
Satgas PRR percepat pembangunan 37 lokasi hunian tetap di Aceh Tamiang pascabanjir dan longsor.

BIREUEN — Pemulihan pascabencana di Aceh mulai menunjukkan hasil yang terlihat langsung oleh masyarakat. Jalan-jalan yang sebelumnya putus atau rusak berat kini kembali menghubungkan desa dengan pusat ekonomi, sementara sekolah yang sempat terdampak bencana sudah layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

37 Lokasi Huntap Siap Dibangun di Aceh Tamiang

Salah satu capaian utama adalah progres pembangunan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Di Aceh Tamiang, dari total 40 lokasi yang diusulkan, sebanyak 37 lokasi telah dinyatakan siap untuk dibangun. Program ini menjadi prioritas bagi ribuan keluarga korban banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu.

Satgas PRR yang dikawal langsung oleh Safrizal ZA memastikan pembangunan huntap berjalan sesuai target. Selain rumah tinggal, infrastruktur dasar seperti jembatan, akses jalan, dan fasilitas umum juga terus dipulihkan secara paralel.

Warga Bireuen: Akses Lebih Mudah, Anak Bisa Sekolah di Gedung Layak

Dampak pemulihan mulai dirasakan warga di Bireuen. Ahmat Amin, salah seorang warga setempat, mengaku optimistis dengan perubahan yang terjadi.

“Sekarang akses ke kota lebih mudah, anak-anak bisa bersekolah di gedung yang layak, dan kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha. Ini perubahan yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya kepada Berita Rakyat Aceh.

Menurut Ahmat, pembangunan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik wilayah, tetapi juga mengembalikan semangat dan optimisme masyarakat setelah menghadapi berbagai kesulitan akibat bencana.

Bukan Sekadar Membangun Beton, tapi Memulihkan Kehidupan

Melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan hunian tetap, serta program pemberdayaan ekonomi, Satgas PRR berupaya memastikan pemulihan berjalan secara menyeluruh. Pemulihan tidak hanya soal membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera.

Di tengah tantangan geografis dan cuaca yang masih ada, jejak kerja Satgas PRR menjadi bukti bahwa pemulihan yang terencana dan kolaboratif mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Aceh.

Reporter: Saiful
Back to top