BANDA ACEH — Komitmen itu ditegaskan dalam sebuah acara di Aula Dinas Pendidikan Aceh yang mengusung tema "SPMB Aceh Berintegritas: Tanpa Pungli, Tanpa Gratifikasi, Tanpa Diskriminasi". Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran gubernur hingga kepala sekolah, menyatakan sikap tegas untuk menutup celah kecurangan.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa untuk jenjang SMA, penerimaan dilakukan melalui empat jalur: domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Khusus jalur domisili, pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi SPMB Dinas Pendidikan Aceh dan akan dibuka pada 10 hingga 14 Juni 2026.
"Untuk jalur domisili SMA, aplikasi pendaftaran akan dibuka pada 10-14 Juni 2026. Calon murid dan orang tua diimbau mempelajari seluruh persyaratan dan tahapan seleksi secara cermat," ujar Murthalamuddin dalam keterangannya.
Sementara untuk jenjang SMK, penerimaan murid baru dilaksanakan langsung oleh masing-masing sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan secara serentak.
Asisten I Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Syakir, yang membacakan sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ia menyebut SPMB bukan sekadar mekanisme administratif, melainkan instrumen untuk menjamin kesetaraan akses.
"Melalui SPMB, kita ingin memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang adil untuk bersekolah pada satuan pendidikan yang sesuai, dekat dengan domisilinya, serta memiliki akses yang setara terhadap layanan pendidikan yang berkualitas," kata Syakir.
Ia menambahkan, sistem ini juga memberikan perhatian khusus kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. "Pelaksanaan SPMB harus berlangsung tanpa pungutan dalam bentuk apa pun. Tidak boleh ada ruang bagi praktik yang mengabaikan aturan, memanfaatkan kedekatan, ataupun mengutamakan kepentingan tertentu di luar ketentuan yang berlaku. Mari kita pegang teguh komitmen bersama dengan prinsip No Titip, No Jastip demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Aceh," tegasnya.
Pemerintah Aceh mengajak seluruh elemen, termasuk media massa dan komite sekolah, untuk bersama mengawasi jalannya penerimaan siswa baru. Menurut Syakir, pengawasan publik yang kuat adalah kunci utama agar sistem penerimaan murid baru benar-benar kredibel dan terpercaya.
Dinas Pendidikan Aceh menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, mereka terus membenahi sistem SPMB dengan mekanisme yang lebih terpusat dan berbasis teknologi informasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keterbukaan proses seleksi kepada masyarakat luas.
Masyarakat dapat mengakses informasi dan melakukan pendaftaran melalui portal resmi SPMB Dinas Pendidikan Aceh di laman spmbdisdik.acehprov.go.id. Calon murid dan orang tua diimbau untuk tidak tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan di luar prosedur resmi.