ACEH TENGAH — Suasana haru dan bangga mewarnai penyambutan puluhan prajurit TNI yang baru tiba dari misi perdamaian dunia di Lebanon. Mereka adalah personel Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang telah menuntaskan tugas sebagai pasukan Garuda.
Kegiatan yang digelar Kodim 0106/Aceh Tengah ini dihadiri langsung oleh unsur Forkopimda dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi sinyal kuat dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengabdian prajurit di kancah internasional.
Sejumlah pejabat tampak hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang diwakili Kepala Seksi Intelijen Hasrul, S.H., Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Edwar, S.H., M.H., serta Komandan Batalyon Infanteri 114/Satria Musara.
Perwakilan Bupati Aceh Tengah dihadiri Asisten II Jauhary, sementara Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia turut hadir. Dari jajaran kepolisian, tampak Wakapolres Aceh Tengah Kompol Sambil, S.H., dan Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto. Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita, serta Dandim 0119/Bener Meriah juga hadir dalam kesempatan tersebut.
Dalam sambutannya, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi dan kualitas prajurit kita dalam menjaga perdamaian dunia. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur Forkopimda harus terus dijaga guna mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, misi perdamaian di Lebanon bukan sekadar tugas militer biasa. Ini adalah tugas mulia yang membawa nama Indonesia di forum internasional.
Kehadiran seluruh unsur Forkopimda dalam penyambutan ini mencerminkan komitmen kuat mempererat kolaborasi lintas sektor. Kerja sama ini dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebangsaan. Momentum ini sekaligus memperlihatkan soliditas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional serta menjaga kondusivitas wilayah.
Penyambutan Pasukan Garuda ini menjadi pengingat bahwa pengabdian prajurit Indonesia tidak hanya sebatas menjaga kedaulatan negara. Mereka juga berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia di bawah naungan PBB.
Kepulangan mereka ke Tanah Air, khususnya ke Aceh Tengah, disambut langsung oleh keluarga dan rekan sejawat. Misi perdamaian di Lebanon yang telah mereka jalani menjadi catatan penting dalam sejarah pengabdian TNI di kancah global.