ACEH — Manchester United kembali dikaitkan dengan sejumlah pemain bintang Premier League jelang bursa transfer musim panas. Dua nama yang disebut-sebut masuk dalam daftar incaran adalah gelandang serang Everton, Iliman Ndiaye, dan pemain serba bisa Aston Villa, Morgan Rogers.
Ndiaye, pemain asal Senegal, sudah masuk radar United sejak Januari lalu. Namanya kembali mencuat pada Maret sebagai salah satu opsi lini serang. Namun, Sky Sports pekan ini melaporkan bahwa Everton tenang menghadapi situasi ini karena Ndiaye masih terikat kontrak tiga musim dan sedang dalam pembicaraan perpanjangan kontrak.
Mirror mengklaim Ndiaye masuk dalam 'daftar pendek' United untuk posisi sayap kiri. Namun, kabar itu tidak dibarengi indikasi tawaran besar akan segera dilayangkan. Apalagi, United disebut tidak lagi menganggap posisi itu sebagai prioritas utama seperti saat bursa Januari lalu.
Selain Ndiaye, United juga melirik Morgan Rogers dari Aston Villa. Namun, Rogers tidak akan murah. Villa menganggap pemain mudanya itu sebagai salah satu bintang utama dan hanya akan tergoda melepasnya jika ada tawaran yang bisa mendanai perburuan pemain lain untuk skuad asuhan Unai Emery.
Opsi lain datang dari RB Leipzig, Yan Diomande. Namun, pemain asal Pantai Gading itu justru dikabarkan lebih dekat dengan Liverpool.
Kabar ini muncul di tengah pernyataan tegas CEO Manchester United, Omar Berrada, dalam podcast Inside Carrington. Ia menegaskan bahwa klub akan sangat disiplin dalam belanja pemain setelah sering gagal mendapatkan kembali nilai investasi di masa lalu.
"Kami harus sangat disiplin. Kami punya rencana, tahu apa yang bisa diinvestasikan, dan harus berpegang pada itu," ujar Berrada. "Kami mungkin memutuskan untuk berinvestasi karena itu hal yang benar, bukan untuk dua atau tiga tahun ke depan, tapi untuk 10 tahun ke depan."
Berrada juga menekankan pentingnya fokus pada target klub tanpa membiarkan pasar atau agen pemain mendikte langkah mereka. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa United tidak akan serta-merta mengeluarkan dana besar untuk Ndiaye, Rogers, atau pemain lain jika harganya dianggap tidak masuk akal.
Alih-alih membangun skuad dengan gebrakan mahal, Manchester United era Berrada tampaknya lebih memilih pendekatan hati-hati. Ndiaye dan Rogers mungkin tetap menjadi target, tetapi keputusan akhir akan sangat tergantung pada harga dan kesesuaian dengan rencana jangka panjang klub.