ACEH SINGKIL — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda dua kabupaten di Provinsi Aceh pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. BNPB mencatat total dua hektare lahan mineral hangus terbakar dalam dua insiden terpisah di kawasan tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan api berhasil dipadamkan pada Selasa (2/6/2026). Proses pemadaman dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD dan instansi terkait.
Kebakaran di Aceh Singkil melanda lahan seluas satu hektare di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, pada Senin siang (1/6/2026). Sementara itu, di Kabupaten Aceh Timur, satu hektare lahan kering di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, hangus pada Minggu (31/5/2026).
Dalam operasi penanggulangan di Aceh Timur, tim gabungan lintas instansi menerjunkan sedikitnya tiga unit armada mobil pemadam kebakaran ke titik api. Upaya ini dilakukan untuk melokalisasi rambatan hingga api padam total.
Merespons mulai maraknya fenomena karhutla di awal musim kemarau, BNPB meminta jajaran pemerintah daerah memperketat pengawasan melalui patroli berkala. Personel dan alat pemadam diminta siaga di zona rawan.
BNPB juga meminta BPBD lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun mengolah sampah di dekat vegetasi kering karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.