BANDA ACEH — Jumlah jemaah haji asal Aceh yang wafat di Tanah Suci terus bertambah. Hingga pekan lalu, total enam orang telah meninggal dunia, tersebar di Makkah, Madinah, dan Arafah.
Dua dari enam jemaah tersebut meninggal di Arafah, sebelum pelaksanaan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. Keduanya diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.
Empat jemaah lainnya wafat di Makkah dan Madinah setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat komplikasi penyakit. Seluruh jenazah telah ditangani oleh petugas KKHI untuk proses pemulasaraan dan pemakaman di Tanah Suci.
KKHI Daerah Kerja Makkah terus memantau kondisi jemaah haji asal Aceh, khususnya mereka yang masuk kategori risiko tinggi akibat usia lanjut atau penyakit penyerta. Petugas kesehatan diterjunkan ke sektor-sektor pemondokan jemaah setiap hari.
Kepala KKHI setempat menyebut bahwa koordinasi dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi sudah diperkuat untuk mempercepat penanganan darurat. Jemaah dengan gejala serius langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Provinsi Aceh memberangkatkan ribuan jemaah haji reguler dan khusus pada musim haji tahun ini. Kloter pertama telah tiba di Madinah sejak awal pekan lalu, sementara kloter terakhir dijadwalkan masuk Asrama Haji Banda Aceh pada pertengahan pekan depan.
Petugas kloter mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air, dan segera melapor ke petugas jika merasakan gejala sakit. Langkah ini dinilai krusial mengingat suhu di Tanah Suci yang mencapai 45 derajat Celsius pada siang hari.