ACEH — Neil Blair, agen J.K. Rowling, mengecam aksi protes aktivis hak transgender yang membentangkan spanduk di karpet merah gala "Harry Potter and the Cursed Child" di Palace Theatre, London. Sejumlah pengunjuk rasa berbaring di karpet merah sebelum diseret petugas keamanan, sementara para selebriti tamu undangan sudah mulai berdatangan. Blair menegaskan aksi itu menempatkan penonton, pemain, dan staf teater dalam risiko.
Puluhan aktivis hak transgender menggelar aksi di depan Palace Theatre, London, tepat saat gala pertunjukan versi baru "Harry Potter and the Cursed Child" berlangsung. Sebagian besar dari mereka menutupi identitas dengan masker, topi, dan kacamata pelindung. Salah satu pengunjuk rasa mengenakan kaus bertuliskan "Rowling money kills".
Mereka menerobos area karpet merah ketika para tamu selebriti tiba. Beberapa aktivis berbaring di karpet sebelum akhirnya diseret keluar oleh petugas keamanan. Aksi berlangsung singkat, tapi cukup mengganggu jalannya acara.
Siapa yang Hadir di Gala Palace Theatre
Sejumlah nama dari kalangan hiburan Inggris tampak hadir, antara lain pembawa acara Vanessa Feltz, Angellica Bell, dan Richard Arnold, serta Anne Hegerty dari kuis "The Chase". Mereka menjadi saksi langsung aksi protes yang berlangsung di jalur masuk teater.
Gala ini digelar untuk merayakan format baru pertunjukan. Naskah yang semula dibagi dua bagian kini dipadatkan menjadi satu pertunjukan berdurasi hampir tiga jam.
Pernyataan Lengkap Neil Blair
Blair menyampaikan pernyataan resmi kepada Variety. Ia menegaskan pihaknya menghormati aksi damai dan kebebasan berpendapat, namun mengingatkan batasannya.
"Kami menghormati aktivisme damai dan hak untuk menyampaikan pandangan yang berbeda. Tetapi hak itu harus dijalankan tanpa menempatkan orang lain dalam risiko, termasuk penonton, pemain, dan staf teater, seperti yang kita saksikan Kamis malam saat protes di luar Palace Theatre London menjelang gala 'Harry Potter and the Cursed Child'," kata Blair.
Ia menambahkan, prioritas utama tetap menghadirkan pengalaman Harry Potter bagi penggemar yang telah mendukung dunia tersebut bertahun-tahun. Menurut Blair, setiap penggemar berhak menikmati pertunjukan dalam suasana yang penuh rasa hormat dan aman.
Latar Belakang Kontroversi J.K. Rowling
Penulis Harry Potter itu dikenal vokal mengkritik konsep identitas gender yang dideklarasikan sendiri. Pandangannya memicu tuduhan transfobia, yang berulang kali ia bantah.
Rowling pernah menyatakan menghormati hak setiap orang transgender untuk hidup dengan cara yang terasa autentik dan nyaman bagi mereka. Pernyataan itu tidak meredam kritik dari kelompok aktivis yang menilai sikapnya bertentangan dengan hak komunitas trans.
Ketegangan antara Rowling dan aktivis trans sudah berlangsung bertahun-tahun, dan kini merembet ke panggung teater West End yang menjadi salah satu pusat industri hiburan London.
Dampak ke Pertunjukan dan Penggemar
Pihak produksi belum mengumumkan perubahan jadwal menyusul insiden tersebut. Pertunjukan versi satu bagian tetap berjalan sesuai rencana, dengan durasi hampir tiga jam yang disebut sebagai upaya menarik penonton baru.
Insiden di Palace Theatre menambah daftar panjang benturan antara kebebasan berekspresi dan keamanan publik di ruang hiburan. Bagi penggemar Harry Potter di Indonesia, pertunjukan ini tetap menjadi salah satu judul West End yang paling banyak dibicarakan, meski versi panggungnya belum dipentaskan secara resmi di Tanah Air.