ACEH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka pekan dengan peluang konsolidasi mengarah ke penguatan, setelah ditutup naik 1,04% ke level 6.093,76 pada Jumat (9/10/2026). BRI Danareksa Sekuritas menempatkan area 5.996–6.000 sebagai support krusial dan 6.100 sebagai resistance terdekat yang wajib ditembus. Tiga saham direkomendasikan beli dan satu saham disarankan jual untuk perdagangan Senin (12/10/2026).
Rekomendasi itu disusun Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reza Diofanda dalam publikasi riset yang dikutip Bisnis.com. Pergerakan indeks sepanjang sesi masih akan ditentukan oleh arah imbal hasil US Treasury, indeks dolar AS (DXY), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan harga minyak mentah Brent. Sebelumnya, IHSG sempat menyentuh level terendah intraday 5.995,82 di tengah tekanan jual pada sesi sebelumnya.
Arus Dana Asing Jadi Syarat Penguatan Lanjutan
Reza menilai kenaikan indeks belum cukup kuat tanpa dukungan dua faktor utama. Pasar membutuhkan bukti arus dana asing kembali masuk dan sentimen global yang lebih stabil sebelum tren naik bisa dipercaya.
"Penguatan IHSG masih perlu dikonfirmasi oleh keberlanjutan arus dana asing dan stabilisasi sentimen global," papar Reza dalam publikasi risetnya.
Dari sisi domestik, pelaku pasar mendapat sokongan dari data penjualan ritel yang tumbuh 1,3% secara tahunan pada Agustus 2026. Angka itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1,1% pada Juli 2026 dan menandai kenaikan dua bulan berturut-turut.
Deret Data AS dan China yang Akan Mengguncang Pasar
Agenda ekonomi pekan ini padat. Data perdagangan China dirilis pada awal pekan, disusul inflasi AS atau consumer price index (CPI) pada Rabu (14/10/2026). Sehari kemudian, Kamis (15/10/2026), giliran producer price index (PPI) dan penjualan ritel AS yang masuk jadwal rilis.
Rangkaian data tersebut berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed. Risiko inflasi dan sikap hawkish bank sentral AS masih membayangi, sehingga dampaknya bisa terasa pada pergerakan dana menuju negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia.
Peta Teknikal: Batas 6.000 dan 6.100
Secara teknikal, area 5.996–6.000 menjadi level support penting yang harus dipertahankan IHSG. Jika indeks kembali menembus ke bawah 6.000, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju area 5.854. Sebaliknya, bila mampu bertahan di atas level psikologis tersebut, peluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat tetap terbuka.
Level 6.100 menjadi resistance terdekat yang perlu dicermati investor. Penembusan ke atas area itu akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda.
Empat Saham Pilihan BRIDS untuk Senin
BRIDS merilis empat rekomendasi saham untuk perdagangan Senin (12/10/2026), terdiri dari tiga rekomendasi beli dan satu jual:
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) — Buy, harga penutupan Rp8.100, target harga Rp8.400–Rp8.850, stop loss di bawah Rp7.800, strategi swing trade.
- PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) — Buy, harga penutupan Rp785, target harga Rp800–Rp825, stop loss di bawah Rp75, strategi day trade.
- PACK — Buy, harga penutupan Rp488, target harga Rp470–Rp488, stop loss di bawah Rp450, strategi day trade.
- DOOH — Sell, harga penutupan Rp270, target harga Rp238.
Catatan Risiko Sebelum Transaksi
Rekomendasi tersebut merupakan pandangan analis untuk tanggal perdagangan yang disebutkan dan bukan jaminan hasil. Pergerakan harga saham tetap dipengaruhi kondisi pasar serta berbagai risiko lain, sehingga investor perlu menimbang profil risiko masing-masing dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Bagi pelaku pasar yang memilih menunggu, dua angka penting untuk dipantau adalah apakah IHSG mampu bertahan di atas 6.000 dan apakah arus dana asing kembali mencatat net buy dalam beberapa sesi ke depan.