Pencarian

Studi Ungkap Gen Unik Kura-kura Jonathan yang Berusia 194 Tahun

Minggu, 11 Oktober 2026 • 10:47:30 WIB
Studi Ungkap Gen Unik Kura-kura Jonathan yang Berusia 194 Tahun
Kura-kura raksasa Aldabra bernama Jonathan diyakini berusia 194 tahun dan menjadi hewan darat tertua yang masih hidup.

ACEH — Penelitian di jurnal Science Advances mengidentifikasi 287 varian gen unik pada kura-kura raksasa Aldabra bernama Jonathan yang diperkirakan berusia 194 tahun. Varian gen tersebut mengendalikan perbaikan DNA, peradangan, insulin, hingga penekanan perkembangan kanker. Temuan ini menjadi studi pertama yang menyelidiki epigenom kura-kura raksasa untuk memahami proses penuaan.

Jonathan bukan kura-kura biasa. Ia adalah kura-kura raksasa Aldabra (Aldabrachelys gigantea) yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Pulau St. Helena, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik Selatan. Hewan ini disebut sebagai kura-kura raksasa tertua yang masih hidup sekaligus hewan darat tertua di dunia saat ini.

Para peneliti memperkirakan Jonathan menetas pada 1832. Artinya, ia hidup pada zaman yang sama dengan Charles Darwin dan Ratu Victoria. Ia tiba di Pulau Seychelles sekitar 144 tahun lalu dalam kondisi sudah dewasa, lalu diberikan sebagai hadiah kepada gubernur St. Helena. Sejak itu, ia tinggal di kawasan Plantation House, kediaman resmi gubernur St. Helena.

Apa yang Ditemukan Para Peneliti

Studi bertajuk "Epigenetic Insights into extreme longevity in the world's oldest terrestrial animal, Jonathan" yang diterbitkan di jurnal Science Advances pada Rabu (7/10) menyingkap rahasia umur panjang Jonathan. Bukan sekadar genetika yang baik, tetapi minimnya kerusakan genetik yang dialaminya seiring bertambahnya usia.

Tim ilmuwan mengidentifikasi 287 varian gen unik pada Jonathan. Gen-gen tersebut mengendalikan sejumlah proses penting dalam tubuhnya, termasuk memperbaiki kerusakan DNA, mengurangi peradangan, mengatur insulin, dan menekan perkembangan kanker.

Peneliti juga membandingkan epigenom Jonathan dengan kura-kura raksasa lain dari spesies yang sama namun berusia lebih muda. Epigenom adalah mekanisme yang berfungsi sebagai sakelar untuk mengaktifkan atau menonaktifkan gen. Hasil perbandingan menunjukkan sakelar yang mengendalikan gen perbaikan DNA dan metabolisme Jonathan sangat mirip dengan kerabatnya yang lebih muda.

Padahal, epigenom biasanya mengalami perubahan seiring waktu dan turut berkontribusi terhadap proses penuaan. Perubahan inilah yang menjadi salah satu alasan berbagai fungsi tubuh mulai terganggu ketika manusia atau hewan bertambah tua.

Kutipan Peneliti

"Kami menemukan bahwa pengatur gen yang terlibat dalam produksi energi dan perbaikan DNA tetap sangat stabil pada Jonathan selama hampir dua abad," kata Justin Gerlach, salah satu peneliti dalam jurnal Science Advances, dikutip laman Universitas Cambridge, Rabu (7/10).

Gerlach menilai kura-kura raksasa dari Kepulauan Galapagos dan Seychelles menyimpan banyak informasi penting untuk memahami proses penuaan. Ia menganggap kesempatan meneliti Jonathan sebagai pengalaman istimewa.

"Bekerja dengan kura-kura raksasa yang benar-benar sudah sangat tua merupakan sebuah keistimewaan. Kita bisa merasakan bahwa kura-kura tersebut adalah rekan dalam penelitian, bukan sekadar objek yang diteliti," ungkap Gerlach.

Implikasi bagi Riset Umur Panjang

Stephen Clark, penulis senior dalam penelitian tersebut dan pendiri Kallel, menyatakan genom Jonathan memberikan gambaran mengenai mekanisme yang membuat sel mampu bertahan menghadapi kerusakan. Kallel adalah organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang berfokus pada riset umur panjang.

Clark menyebut pihaknya berupaya mengembangkan pengobatan yang praktis dan terjangkau bagi masyarakat dengan memanfaatkan penelitian evolusi tersebut. Upaya ini dinilai penting mengingat penuaan merupakan faktor risiko terbesar bagi hampir semua penyakit kronis.

"Tujuan kami adalah menerjemahkan temuan evolusi ini menjadi pengobatan yang praktis dan terjangkau bagi masyarakat luas sesegera mungkin. Penuaan merupakan faktor risiko terbesar bagi hampir semua penyakit kronis yang kita hadapi. Melalui dukungan para mitra filantropi, kami dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengobatan untuk memperpanjang usia sehat," kata Clark.

Studi ini menjadi penelitian pertama yang menyelidiki epigenom kura-kura raksasa. Para peneliti menilai kura-kura raksasa yang hidup di Kepulauan Galapagos dan Seychelles merupakan kelompok penyintas dari jenis hewan yang dahulu mendominasi ekosistem di banyak pulau dunia.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks