ACEH — Drama Korea tidak selalu identik dengan konflik rumit atau kisah cinta penuh drama. Sejumlah judul justru mengangkat cerita sehari-hari soal keluarga, pekerjaan, dan persahabatan yang dekat dengan pengalaman penonton. Enam drakor berikut bisa jadi tontonan akhir pekan yang menghibur sekaligus memberi ruang untuk merenung.
Banyak penonton mulai bosan dengan alur drakor yang penuh lika-liku. Cerita sederhana soal kehidupan sehari-hari ternyata bisa menyampaikan pesan mendalam tanpa harus membuat emosi terkuras. Berikut daftarnya.
1. When Life Gives You Tangerines (2025)
Drama ini mengikuti perjalanan hidup Oh Ae-sun (IU) dan Yang Gwan-sik (Park Bo-gum) di Pulau Jeju, dari masa muda hingga dewasa. Ae-sun adalah perempuan pemberani yang bercita-cita jadi penyair, tapi kondisi ekonomi memaksanya berhenti sekolah. Gwan-sik digambarkan pendiam dan pekerja keras, selalu setia mendukung Ae-sun.
Kisahnya tidak berhenti di romansa. Drama ini juga menyorot perjuangan menghadapi kemiskinan, dinamika keluarga, budaya, dan perubahan hidup antar generasi.
2. Family by Choice (2024)
Kim San-ha (Hwang In-yeop), Yoon Joo-won (Jung Chae-yeon), dan Kang Hae-jun (Bae Hyun-sung) tumbuh bersama sejak kecil meski tak punya hubungan darah. Ketiganya saling menganggap saudara karena latar belakang keluarga yang tidak mudah.
Setelah dewasa, mereka berpisah mengejar impian masing-masing. Sepuluh tahun kemudian mereka bertemu lagi dan menyadari ikatan masa kecil itu masih kuat. Pesan utamanya: keluarga tidak selalu soal darah.
3. Twinkling Watermelon (2023)
Ha Eun-gyeol (Ryeo Un) adalah remaja pecinta musik dari keluarga tunarungu, satu-satunya anggota yang bisa mendengar. Sebuah kejadian membawanya melintasi waktu ke tahun 1995, saat ayahnya masih berusia 18 tahun.
Di masa lalu, Eun-gyeol membentuk band Watermelon Sugar bersama ayah mudanya dan bertemu ibunya saat remaja. Dari situ ia belajar bahwa orang tuanya juga punya impian, masalah, dan perjuangan sendiri.
4. Daily Dose of Sunshine (2023)
Jung Da-eun (Park Bo-young) adalah perawat yang dipindahkan ke bangsal neuropsikiatri dari bagian penyakit dalam. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghadapi pasien dengan beragam kondisi kesehatan mental.
Drama ini tidak sekadar menyorot keseharian perawat. Ada pesan lebih luas soal kesehatan mental: seseorang bisa tampak baik-baik saja dari luar, padahal sedang bergulat dengan masalah yang tak terlihat.
5. Summer Strike (2022)
Lee Yeo-reum (Kim Seol-hyun), perempuan 28 tahun, merasa lelah dengan hidupnya di Seoul. Pekerjaan yang menekan, putus dari pacar, dan kehilangan ibunya membuatnya memutuskan berhenti bekerja dan pindah ke sebuah desa kecil.
Ceritanya sederhana, tapi menyentuh soal keberanian mengambil jeda dari tekanan hidup dan menemukan kembali ketenangan.
6. Karena Cerita Sederhana Justru Dekat dengan Keseharian
Drama-drama di atas membuktikan konflik ringan bukan berarti tanpa kedalaman. Kisah keluarga, persahabatan, dan pekerjaan kerap lebih mudah dipahami karena terasa dekat dengan pengalaman sendiri.
Pesan yang diangkat pun beragam, mulai dari menerima keadaan, menghargai orang terdekat, mengejar kebahagiaan, sampai belajar memahami diri sendiri.
Enam drakor ini bisa jadi pilihan tontonan akhir pekan yang tidak melelahkan, tapi tetap meninggalkan sesuatu untuk direnungkan setelah episode terakhir.