Pencarian

Ketua Aceh Documentary Sebut Film Pelajar Bisa Jadi Medium Dakwah, 3 Karya Diputar di 17 Kampung

Selasa, 29 September 2026 • 05:46:31 WIB
Ketua Aceh Documentary Sebut Film Pelajar Bisa Jadi Medium Dakwah, 3 Karya Diputar di 17 Kampung
Tiga film dokumenter pelajar menerima penghargaan pada malam penganugerahan Aceh Documentary Competition (ADC) 2026 di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Tiga film dokumenter pelajar yang berlaga di Aceh Documentary Competition (ADC) 2026 resmi menerima penghargaan pada malam penganugerahan. Ketiganya adalah "Bili dan Laut", "Bahasa Indatu", dan "Selat Hormuz".

Proses produksi ketiga film berlangsung dua bulan, melibatkan para pelajar bersama teman sebaya dan guru pendamping. Program Aceh Documentary sendiri telah memasuki tahun ke-14.

Mengapa Aceh Documentary Beralih Fokus ke Pelajar

Azhari menyebut pihaknya mengubah arah program pada tahun terakhir. Fokus yang semula umum dipersempit ke kalangan pelajar.

"Di tahun terakhir ini kami kemudian berubah, yang awalnya ADISI ini hanya fokus secara umum, tapi akhirnya kami memilih pelajar," ujarnya.

Alasannya, pelajar dinilai punya kedekatan emosional dengan lingkungan sekitar. Kedekatan itu menghasilkan perspektif tersendiri saat mereka mengangkat persoalan lewat film dokumenter.

"Mereka lebih punya emosional tentang alam sekitarnya," kata Azhari.

Kampung Film Jelajah 17 Kampung, Tiga Desa di Bireuen Batalkan Pemutaran

Aceh Documentary menjalankan program Kampung Film yang membawa karya peserta ke berbagai kampung. Pada tahun ini, program tersebut digelar di 17 kampung.

Dalam salah satu pemutaran di Bireuen, tiga desa membatalkan jadwal karena menilai salah satu film memiliki persoalan tertentu. Sebuah pondok pesantren kemudian meminta film yang sama diputar di tempat mereka.

Setelah film selesai ditonton, pimpinan pesantren yang biasa disapa walid memutuskan tidak menyampaikan ceramah malam itu.

"Ada hal menarik bagi kami setelah film ditonton, kemudian walid, panggilan pimpinannya itu, walid meminta bahwa dia malam ini enggak lagi berceramah karena sudah menonton film," ujar Azhari.

Film sebagai Jalur Pesan yang Menyentuh Emosi Penonton

Pengalaman di pondok pesantren itu membuat Aceh Documentary menilai film bisa menjadi medium alternatif menyampaikan pesan ke masyarakat.

"Akhirnya kami merasa sangat lega karena film di satu sisi juga bisa menjadi sebuah medium dakwah," kata Azhari.

Menurutnya, pesan lewat film membangun keterlibatan emosional penonton. Terlebih ketika karya dibuat pelajar yang merekam realitas kehidupan di sekitarnya.

"Mungkin kawan-kawan pelajar ini sudah memberikan dakwahnya saya rasa yang bisa memberikan emosional kepada penonton," ujarnya.

Award Ceremony ADC 2026 berlangsung tertib dan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh M Nasir, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh, perwakilan sekolah, serta siswa SMA/MA di Banda Aceh.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks