BIREUEN — Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, menyatakan pengembangan RSUD dr. Fauziah dijalankan bersama manajemen rumah sakit untuk menaikkan kapasitas pelayanan. Sejumlah fasilitas yang dikembangkan kini sudah aktif melayani pasien.
Layanan yang sudah beroperasi antara lain ICVCU (Intensive Cardiovascular Care Unit), endoscopy, dan kateterisasi jantung. Ketiganya melengkapi layanan spesialistik yang sebelumnya tersedia di rumah sakit tersebut.
Tujuh Divisi Subspesialistik yang Kini Berjalan
RSUD dr. Fauziah menyelenggarakan tujuh divisi subspesialistik: bedah digestif, bedah vaskuler, bedah onkologi, cardio intervensi, konsultan kardiovaskuler, konsultan cardiointensiv, dan konsultan emergency, termasuk perawatan intensif anak.
Layanan spesialistik lain yang tersedia meliputi mata-retina, bedah saraf, ortopedi, cath lab, MRI, CT Scan, dan endoscopy. Dari sisi pelayanan dasar, rumah sakit menjalankan UGD, rawat inap, perawatan intensif seperti ICU, ICCU, dan NICU, kamar bedah, serta poliklinik rawat jalan.
“Dalam konteks sosial dan pembangunan daerah, BLUD RSUD dr. Fauziah memiliki fungsi melaksanakan jaring pengaman sosial kesehatan. Memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi peserta BPJS Kesehatan, Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), maupun masyarakat kurang mampu,” ungkap Muhajir Juli, Kamis (1/10/2026).
Lahan 19.000 Meter Persegi yang Mandek 24 Tahun
Salah satu langkah pada masa kepemimpinan Mukhlis-Razuardi adalah pembebasan lahan baru seluas 19.000 meter persegi melalui mekanisme ruislag atau tukar guling dengan TNI. Lahan yang dipakai adalah bekas asrama TNI AD di belakang RSUD dr. Fauziah.
Proses ruislag tersebut sebelumnya mandek selama 24 tahun. Proses itu baru berjalan setelah mendapat dukungan Dandim 0111/Bireuen dan Danrem Lilawangsa.
Setelah lahan diperoleh, pembangunan pagar dan penimbunan lahan bekas tanah hasil ruislag kini sedang dilaksanakan. Rehabilitasi ruang rawat inap pada 2025 juga telah selesai dan ruangan sudah digunakan untuk melayani pasien.
Alat Kesehatan Rp 1,87 Miliar dan Rp 4,4 Miliar dari Dana Otsus
Pengembangan layanan ICVCU didukung pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,87 miliar yang bersumber dari dana Otsus 2025. Layanan tersebut kini telah aktif melayani pasien.
Pengembangan layanan bedah digestif dilakukan melalui pengadaan alat kedokteran endoscopy senilai Rp4,4 miliar, juga dari dana Otsus 2025. Pada Januari hingga Agustus 2026, tercatat 106 pasien telah mendapatkan layanan endoscopy.
Layanan kateterisasi jantung dikembangkan melalui hibah Kementerian Kesehatan dalam Proyek SIHREN 2026 dan saat ini sudah melayani pasien.
Dorong Status Rumah Sakit Pendidikan Utama
Pemkab Bireuen mendorong peningkatan status RSUD dr. Fauziah dari rumah sakit pendidikan satelit menjadi rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim. Proses tersebut masih dalam tahap penilaian Kementerian Kesehatan.
Rumah sakit itu juga menjadi tempat praktik, magang, dan pelatihan bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, kebidanan, serta tenaga kesehatan dari berbagai institusi pendidikan di Aceh. Perannya mencakup promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan program screening kesehatan bagi masyarakat Bireuen.
Pada 12 Oktober 2026, Kabupaten Bireuen akan memperingati HUT ke-27. Pada momentum tersebut, masa kepemimpinan Mukhlis-Razuardi telah mencapai satu tahun tujuh bulan 24 hari.
“Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, didukung oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah, akan terus memberikan dukungan terbaik demi mewujudkan RSUD Fauziah yang kita banggakan, menjadi rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap, layanan prima, dan menjadi mata air bagi harapan pasien dan keluarganya,” imbuh Muhajir.