ACEH — Harga Bitcoin menembus level US$ 87.000 setelah arus dana kembali masuk ke exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat. Penguatan ini juga ditopang aktivitas short covering dan perbaikan sentimen terhadap aset berisiko secara lebih luas. Dalam sepekan, Bitcoin tercatat naik 14,12%.
Berdasarkan data CoinMarketCap, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu bergerak di kisaran US$ 85.000 dan sempat menyentuh level US$ 87.000 sebelum kembali terkoreksi. Public Relations Supervisor Bittime, Gagas Yoga Pratomo, menyebut pergerakan Bitcoin kali ini dipengaruhi kombinasi faktor makroekonomi dan dinamika pasar kripto global.
Arus Dana ke ETF Spot AS Kembali Positif
Salah satu penopang utama penguatan Bitcoin adalah kembalinya arus dana ke ETF Bitcoin spot di AS. Aktivitas short covering turut memberi dorongan tambahan terhadap harga. "Selain itu, sentimen terhadap aset berisiko secara lebih luas mulai membaik," kata Gagas kepada Katadata, Rabu (22/9).
Dari sisi makroekonomi, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor. Mulai dari kebijakan suku bunga The Federal Reserve, pergerakan yield obligasi pemerintah AS, harga minyak, hingga kondisi likuiditas dan sentimen pasar global.
Bitcoin Naik 14,12% Sepekan, Ethereum Ikut Menguat
Data CoinMarketCap pada pukul 07.35 WIB menunjukkan Bitcoin naik 0,05% dalam 24 jam dan menguat 14,12% sepekan. Ethereum (ETH) bergerak seirama, melemah tipis 0,28% sehari terakhir tetapi naik 14,97% sepekan, dengan harga US$ 2.762 per koin.
Kripto lain menunjukkan arah beragam:
- USDT berada di zona hijau
- SOL stagnan dalam sehari, menguat 0,05% sepekan, di harga US$ 0,9998 per koin
- BNB turun 0,82% dalam 24 jam meski naik 10,85% sepekan, dijual US$ 791,74 per koin
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global mencapai US$ 2,95 triliun. Volume perdagangan 24 jam terakhir US$ 113,5 miliar. Dominasi Bitcoin 59%, diikuti ETH 11,5%.
Bittime: Kenaikan Sulit Diprediksi Secara Pasti
Bittime menilai belum dapat dipastikan berapa lama tren kenaikan Bitcoin akan bertahan. Harga aset kripto sangat dipengaruhi berbagai faktor yang dapat berubah dalam waktu singkat.
"Untuk berapa lama kenaikan ini akan bertahan, pergerakan harga aset kripto sulit diprediksi secara pasti karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat berubah dengan cepat," tulis Bittime.
Bittime juga mengingatkan aset kripto memiliki tingkat volatilitas tinggi. Investor perlu memahami karakteristik dan risiko aset tersebut sebelum mengambil keputusan investasi.
Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Selain memantau pergerakan harga, investor dapat mempertimbangkan kondisi fundamental, perkembangan makroekonomi global, kebijakan moneter, regulasi, likuiditas, serta dinamika pasar secara keseluruhan. Faktor-faktor tersebut perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.