BANDA ACEH — Jenazah Muhammad Rasya Fadhillah (18) dibawa ke RSUZA Banda Aceh setelah kondisinya memburuk saat mengikuti rangkaian orientasi mahasiswa baru di Poltekpel Malahayati, Ladong, Aceh Besar. Taruna asal Muara Dua, Lhokseumawe, itu mengembuskan napas terakhir pada Minggu (27/9).
Keluarga yang melihat langsung kondisi jenazah menemukan tanda yang dinilai tidak wajar pada bagian wajah. Mereka menduga ada lebam atau bekas benturan yang mengarah pada dugaan kekerasan selama ospek berlangsung.
Bekas pada Wajah Picu Kecurigaan Keluarga
Pakwa korban, Anwar, menyampaikan kecurigaan itu saat ditemui di RSUZA Banda Aceh, Senin (28/9) dini hari. Menurut dia, kondisi wajah Rasya tampak seperti orang yang menerima pukulan.
"Kalau kita lihat tadi memang seperti orang dipukul, tapi pastinya kan kita tidak tahu," kata Anwar.
Keluarga sempat menanyakan langsung kepada sejumlah taruna yang disebut mengetahui kondisi Rasya selama kegiatan berlangsung. Anwar menyebut tidak ada jawaban yang diperoleh terkait dugaan pemukulan tersebut.
"Ketika kita tanya sama letingnya apakah korban dipukul, mereka enggak mau jawab," ujarnya.
Riwayat Demam dan Obat Alergi yang Dipertanyakan
Kecurigaan keluarga bertambah setelah mendapat informasi soal kondisi kesehatan Rasya sebelum meninggal. Anwar mengatakan korban mengalami demam dan kemudian diberikan obat yang disebut sebagai obat alergi.
"Dibilang dokter ada demam, tapi sudah dikasih obat alergi. Nah, dia demam kok dikasih obat alergi," kata Anwar.
Setelah obat diberikan, keluarga menyebut kondisi Rasya justru berubah. Bintik-bintik muncul pada tubuh korban, yang kemudian dikaitkan dengan dugaan kekerasan selama menjalani ospek.
Dugaan Kekerasan Belum Dipastikan
Hingga kini, penyebab pasti kematian Rasya belum dapat disimpulkan. Keluarga menegaskan dugaan kekerasan masih membutuhkan pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.
"Saya yakin 100 persen dipukul sama seniornya," ujar Anwar.
Rasya mengikuti rangkaian ospek sejak beberapa hari sebelum meninggal. Kanalaceh.com sudah berupaya mengonfirmasi pihak Poltekpel Malahayati, namun belum mendapat respons hingga berita ini diturunkan.