MEULABOH — Penghargaan diserahkan pada malam penutupan Festival Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Sekber JAB dinilai berkontribusi menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan minat baca, kemampuan mengolah informasi, dan kesadaran terhadap pentingnya literasi.
Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadhiel menyebut gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, organisasi media, dan masyarakat disebutnya sama-sama memikul tanggung jawab itu.
Mengapa Organisasi Media Dinilai Berperan Strategis
Keberadaan media dinilai punya posisi penting dalam pengembangan budaya literasi di Aceh Barat. Media tidak hanya menyalurkan berita, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga.
Penilaian itu menjadi dasar pemberian penghargaan kepada Sekber JAB sebagai Organisasi Media Penggiat Literasi. Pemkab Aceh Barat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyerahkan langsung apresiasi tersebut dalam rangkaian Festival Literasi.
Komitmen Sekber JAB Usai Terima Penghargaan
Sekber JAB menyampaikan apresiasi atas penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Penghargaan itu disebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi mengembangkan budaya literasi melalui kegiatan jurnalistik dan publikasi informasi yang edukatif.
Organisasi media ini juga berkomitmen memperkuat perannya sebagai sarana edukasi dan penyebarluasan informasi. Tujuannya mendukung peningkatan kualitas literasi masyarakat di Aceh Barat.
Festival Literasi Ditutup di Kompleks Dinas Pendidikan
Penutupan Festival Literasi berlangsung di halaman kompleks Dinas Pendidikan Aceh Barat, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. Acara itu menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan literasi yang melibatkan berbagai unsur di kabupaten tersebut.
Wabup Said Fadhiel dalam kesempatan itu mengapresiasi pihak-pihak yang telah menyukseskan Festival Literasi. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak menjadi kunci agar gerakan literasi berjalan berkelanjutan.