BANDA ACEH — Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM., menyebut keterlibatan warga menjadi salah satu tanda bahwa kesadaran terhadap kesehatan mulai tumbuh. Warga tidak hanya datang ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan ibu dan balita, tetapi juga aktif dalam kegiatan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Perubahan itu tercermin dari kebiasaan harian yang mulai diterapkan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban sehat, memanfaatkan air bersih, dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Posyandu hingga Gotong Royong Jadi Indikator Perubahan
Menurut Nurjannah, kesadaran warga terlihat dari keterlibatan mereka dalam kegiatan kesehatan di lingkungan masing-masing. Posyandu semakin dimanfaatkan, begitu pula kegiatan gotong royong dan pemberantasan sarang nyamuk.
"Kesadaran itu kita lihat dari keterlibatan warga dalam kegiatan kesehatan di lingkungan masing-masing. Posyandu semakin dimanfaatkan, begitu juga kegiatan gotong royong dan pemberantasan sarang nyamuk," kata Nurjannah, Rabu (16/9/2026).
11 Puskesmas Dikerahkan Dekatkan Edukasi ke Sekolah dan Gampong
Dinas Kesehatan terus mendekatkan edukasi PHBS kepada masyarakat melalui 11 Puskesmas yang tersebar di Kota Banda Aceh. Sasaran edukasi tidak hanya lingkungan rumah, tetapi juga sekolah, gampong, tempat kerja, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pembinaan dijalankan lewat sejumlah kegiatan, di antaranya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, kampanye kesehatan di sekolah, serta kegiatan kader kesehatan.
Ukuran Keberhasilan Bukan Jumlah Kegiatan
Nurjannah menegaskan keberhasilan PHBS tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan. Yang dinilai justru kebiasaan yang terus dijalankan masyarakat setelah kegiatan selesai.
"Yang kita harapkan, masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu hidup bersih dan sehat, tetapi menjadikannya kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Peran sekolah, kader kesehatan, dan aparatur gampong dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan edukasi tersebut. Ketiganya menjadi penghubung antara program dinas dan kebiasaan warga di tingkat lingkungan.
Konsumsi Buah-Sayur dan Rumah Bebas Asap Rokok Masih PR
Penerapan PHBS di Banda Aceh belum sepenuhnya merata. Dinas Kesehatan masih melakukan pembinaan terhadap sejumlah kebiasaan yang perlu diperbaiki, terutama konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik secara rutin, serta menciptakan rumah yang bebas dari asap rokok.
Sejumlah indikator itu menjadi pekerjaan rumah berikutnya bagi 11 Puskesmas di kota tersebut. Pembinaan diarahkan agar warga tidak berhenti pada tahap mengetahui, tetapi sampai pada tahap menjalankan dalam keseharian.