ACEH TENGAH — Longsor yang menerjang Desa Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka. Rumah milik Aliyah (74) tertimbun material longsoran saat puluhan kerabat tengah menggelar arisan keluarga.
Kerabat yang hadir datang dari Desa Paya Reje dan Kampung Bintang. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, menyebut korban meninggal adalah Nazila (9) asal Desa Paya Reje.
"Akibatnya Nazila (9) asal Desa Paya Reje meninggal dunia. Longsor menyebabkan enam warga Sanehen dan tujuh orang dari luar Desa Sanehen terluka," kata Andalika, Senin (14/9/2026).
13 Korban Luka Dirawat di Rumah Sakit Datu Beru
Seluruh korban luka saat ini menjalani perawatan di rumah sakit Datu Beru, Aceh Tengah. Sementara jenazah Nazila sudah dibawa ke rumah duka di Desa Paya Reje.
Longsor juga merusak bangunan warga. Andalika mencatat dua rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan satu rumah terimbas longsoran.
Jalan Takengon-Bintang Sempat Tertutup, Kendaraan Kini Bisa Melintas
Material longsor menutup badan Jalan Takengon-Bintang, tepatnya di kawasan Pagar Merah. Tim gabungan dikerahkan untuk membersihkan jalur tersebut.
Sekitar pukul 20.00 WIB, kendaraan sudah dapat melewati jalur itu. Namun, longsoran susulan di jalur lain masih menyisakan persoalan.
"Longsoran di jalan Pepalang-Berawang Gading di sekitar Kampung Kuyun menutup badan jalan dan merusak jembatan aramco sehingga akses lumpuh. Longsoran sudah dapat dibersihkan namun jembatan belum dapat dilakukan perbaikan malam ini. Akses masih terganggu," ujar Andalika.
Tim Gabungan Masih Bersihkan Material Susulan
Hingga malam, petugas masih berjibaku membersihkan sisa material di sejumlah titik. Perbaikan jembatan aramco belum bisa dilakukan karena kondisi lapangan.
Warga di sekitar alur longsor diminta menjauhi area rawan selama proses pembersihan berlangsung. BPBD Aceh Tengah belum merinci berapa total kerugian material akibat peristiwa ini.