BANDA ACEH — DPRK Banda Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh sepakat mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau sebagai ruang interaksi publik yang berkualitas. Kesepakatan itu tertuang dalam pembahasan kebijakan anggaran pembangunan kota untuk tahun 2027, yang mencakup perbaikan Taman Sari dan Taman Putroe Phang.
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menyatakan kedua taman tersebut diharapkan mampu menjadi pusat interaksi positif masyarakat sekaligus mempertemukan anak-anak dan orang tua. Menurutnya, keberadaan taman yang hidup akan memperkuat kualitas kehidupan sosial warga.
Aset Pasif Disulap Jadi Panggung Kreatif
Irwansyah menambahkan, legislatif dan eksekutif juga memiliki kesepahaman untuk mengubah aset-aset kota yang selama ini pasif menjadi ruang publik yang produktif. Titik-titik yang terbengkalai atau belum dimanfaatkan optimal akan diarahkan menjadi open space untuk kegiatan masyarakat berskala besar.
“Di sana pula, kita ingin menghadirkan panggung-panggung kreatif sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan inovasi secara produktif,” ujar Irwansyah dalam sidang paripurna yang digelar di Gedung DPRK Banda Aceh.
Jalan Gampong dan Drainase Masuk Prioritas
Penataan ruang publik bukan satu-satunya fokus dalam kebijakan anggaran tahun depan. DPRK dan Pemko Banda Aceh juga menyepakati peningkatan pemeliharaan dan perbaikan ruas jalan, mencakup jalan kota maupun jalan gampong yang membutuhkan penanganan agar mobilitas masyarakat tidak terhambat.
Percepatan normalisasi drainase di sejumlah kawasan juga menjadi prioritas. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya mitigasi genangan serta pengendalian risiko banjir, terutama di titik-titik yang selama ini rawan tergenang saat hujan deras.
Sidang paripurna tersebut dipimpin Irwansyah didampingi Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab dan Wakil Ketua II Musriadi Aswad. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal turut hadir beserta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Dengan kesepakatan ini, DPRK Banda Aceh berharap kebijakan anggaran 2027 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang nyaman, mendukung kreativitas generasi muda, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh.