ACEH — Kehadiran Leapmotor di bawah naungan Stellantis menambah panas peta persaingan kendaraan listrik roda empat di Indonesia. Model perdana mereka, C10, diposisikan sebagai SUV keluarga yang rasional, sementara BYD Sealion 7 hadir dengan dua varian yang menawarkan spektrum performa sangat lebar, dari efisien hingga super cepat.
Dimensi: Sealion 7 Lebih Lapang, C10 Lebih Tinggi
Jika dilihat dari angka di atas kertas, BYD Sealion 7 punya tubuh lebih besar. Panjangnya mencapai 4.830 mm, unggul 91 mm dari C10 yang hanya 4.739 mm. Jarak sumbu rodanya juga lebih panjang 105 mm, yakni 2.930 mm, yang berpotensi memberikan ruang kaki belakang lebih lega.
Namun, Leapmotor C10 punya keunggulan di ground clearance. Dengan jarak pijak 180 mm, C10 lebih siap melibas jalan rusak atau polisi tidur dibandingkan Sealion 7 yang hanya 157-163 mm. Buat pengguna di kota besar dengan infrastruktur kurang mulus, angka ini cukup krusial.
Performa: 224 PS vs 523 PS di Varian Puncak
Perbedaan paling mencolok ada di sektor dapur pacu. Leapmotor C10 hanya tersedia dalam satu konfigurasi, yaitu motor tunggal di belakang (RWD) dengan tenaga 165 kW atau sekitar 224 PS dan torsi 360 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim 7,5 detik, cukup untuk kebutuhan harian.
BYD Sealion 7 jelas lebih garang. Varian Premium RWD menghasilkan 267 Tk, sedangkan varian Performance AWD mengeluarkan tenaga gabungan 523 Tk dan torsi 690 Nm. Varian ini mampu berlari dari 0-100 km/jam hanya dalam 4,5 detik, setara sportscar.
Namun, tenaga besar Sealion 7 Performance bukan tanpa konsekuensi. Bobot lebih berat dan konsumsi energi lebih tinggi menjadi harga yang harus dibayar. C10 justru menawarkan keseimbangan, dengan RWD yang tetap memberi sensasi berkendara menyenangkan tanpa mengorbankan efisiensi.
Baterai dan Pengisian: Efisiensi vs Kapasitas Besar
Leapmotor C10 memakai baterai 69,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 478 km (NEDC). Dukungan fast charging DC 120 kW memungkinkan pengisian 30-80 persen hanya dalam 24 menit.
Sebaliknya, Sealion 7 dibekali baterai lebih besar, 82,56 kWh. Jarak tempuh varian Premium mencapai 567 km dan varian Performance 542 km. Secara hitungan, Sealion 7 jelas lebih unggul untuk perjalanan antar kota tanpa khawatir mencari SPKLU.
Pilihan baterai ini mencerminkan filosofi berbeda. C10 memilih efisiensi dengan biaya produksi lebih rendah, sementara BYD mengejar angka maksimal untuk menghilangkan range anxiety.
Kabin dan Fitur: Minimalis vs Fungsional
Leapmotor C10 mengusung desain interior minimalis dengan layar tengah 14,6 inci resolusi 2,5K dan klaster digital 10,25 inci. Materialnya mengantongi sertifikasi OEKO-TEX Standard 100 yang ramah untuk keluarga. Ada juga panoramic sunroof dengan tirai elektrik dan kursi depan yang bisa direbahkan.
BYD Sealion 7 menawarkan layar sentuh 15,6 inci yang bisa diputar, plus fitur W-HUD, kursi berpendingin, dan wireless charger 50W. Fungsionalitasnya lebih kaya, terutama untuk kenyamanan pengemudi.
Soal bagasi, Sealion 7 sedikit unggul dengan 500 liter berbanding 485 liter milik C10. Namun, C10 punya frunk 32 liter di depan untuk menyimpan kabel charging.
Keputusan akhir kembali ke kebutuhan. C10 cocok untuk pembeli yang mengutamakan kepraktisan, ground clearance tinggi, dan tidak butuh performa ekstrem. Sealion 7, terutama varian Performance, menyasar konsumen yang menginginkan SUV listrik dengan sensasi berkendara ala mobil sport.