Pencarian

23 Mahasiswa Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh Kini Kerja di Hotel Berbintang Malaysia Sambil Kuliah

Jumat, 14 Agustus 2026 • 21:29:01 WIB
23 Mahasiswa Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh Kini Kerja di Hotel Berbintang Malaysia Sambil Kuliah
mahasiswa penerima Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh kini bekerja di hotel berbintang Malaysia sambil menempuh pendidikan.

BANDA ACEH — Program beasiswa vokasi perhotelan yang digagas Baitul Mal Aceh (BMA) bersama International Tourism College (ITC) Aceh menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 23 mahasiswa penerima manfaat kini bekerja di industri perhotelan dan restoran di Malaysia, sekaligus menempuh pendidikan di negeri jiran tersebut.

Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, melaporkan perkembangan ini langsung ke BMA di Banda Aceh pada Jumat (13/6). Ia menyebut pengalaman bekerja di luar negeri menjadi bekal penting bagi para mahasiswa sebelum kembali membangun karier di Aceh.

"Alhamdulillah, anak-anak kita tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja di industri perhotelan Malaysia. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun kompetensi dan masa depan mereka," kata Muhammad Nasir.

Sebaran Tempat Kerja Mahasiswa di Malaysia

Para mahasiswa ditempatkan di berbagai hotel dan restoran, antara lain Tune Aeropolis Sepang, Tune KLIA Sepang, TP Golf Resort Johor, Palm Seremban, serta Ruma Hotel Kuala Lumpur. Sebagian lainnya bekerja di JP&CO Sunway Pyramid, JP&CO Putrajaya, Restaurant Muffin Seremban, dan Restaurant Bangkok Wok Seremban.

Muhammad Nasir menjelaskan, program ini dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia Aceh yang kompeten di bidang pariwisata dan perhotelan. Kombinasi antara pendidikan dan pengalaman kerja langsung di industri menjadi nilai tambah bagi para lulusan.

Program Berjalan Tiga Periode, 75 Mahasiswa Jadi Penerima Manfaat

Beasiswa vokasi ini telah berjalan sejak 2021. Periode pertama pada 2021-2022 diikuti 17 mahasiswa, periode kedua 2023-2024 sebanyak 19 mahasiswa, dan periode ketiga 2025-2026 tercatat 39 mahasiswa menjadi penerima manfaat.

Dalam pertemuan evaluasi tersebut, BMA dan ITC Aceh juga membahas mekanisme seleksi penerima beasiswa ke depan agar lebih tepat sasaran. Rencananya, prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga korban konflik, terdampak musibah, serta mereka yang memiliki kemauan kuat untuk belajar.

Zakat yang Berputar: Dari Dana Umat untuk Masa Depan Anak Aceh

Ketua BMA, Tgk Muhammad Yunus, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program yang dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah tersebut. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan pengelolaan dana umat memberikan dampak nyata, bukan sekadar bantuan konsumtif.

"Kami sangat bersyukur dan bangga, ini menunjukkan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pendidikan, tetapi mampu membuka jalan bagi masa depan mereka," ujarnya.

Tgk Muhammad Yunus berharap para alumni terus berprestasi dan menjaga nama baik Aceh. Setelah sukses dan memiliki penghasilan, mereka diharapkan kembali berkontribusi melalui zakat, infak, atau sedekah sesuai kemampuan masing-masing.

"Dulu mereka dibantu, setelah berhasil diharapkan membantu pula orang lain. Dengan begitu, manfaat beasiswa ini akan terus berputar dan semakin banyak anak Aceh yang mendapat kesempatan mengubah masa depannya," demikian Tgk Muhammad Yunus.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks