BIREUEN — M Ihzam Naviri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKI Bireuen, tengah menjalani tugas pengabdian di luar negeri. Ia menjadi pengajar di Sekolah Al-Rahmanwitya, Tan Yong Mat, Narathiwat, Thailand Selatan, melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional.
Selama di sana, Ihzam tidak hanya mengajar di dalam kelas. Ia juga aktif membimbing anak-anak pondok mengaji pada sore dan malam hari, di luar jam sekolah formal.
Mengajar Tauhid dan Bahasa Inggris di Sekolah
"Selama disini, saya menjadi guru dan menjaga anak-anak pondok. Saya mengajar pelajaran Tauhid dan Bahasa Inggris," kata Ihzam, Kamis (13/8).
Tugasnya tidak berhenti sampai di situ. Pada akhir pekan, Ihzam terlibat dalam program Tadika, yakni kegiatan pengajian anak-anak desa yang mirip dengan pengajian di meunasah di Aceh.
Program Tadika: Mengaji ala Meunasah di Thailand
Di program Tadika yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu, Ihzam mengajar Madah Al-Quran untuk anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.
Bagi Ihzam, pengalaman ini menjadi bekal berharga sebelum ia benar-benar terjun ke dunia pendidikan. "Saya sangat senang bisa mengabdi pada anak-anak sekolah di Thailand Selatan. Ini merupakan pengalaman sangat berharga bagi saya sebagai salah seorang calon guru," ujarnya.
Pengalaman Berharga Sebelum Menjadi Guru Profesional
Mahasiswa tingkat akhir tersebut mengaku banyak mendapatkan ilmu dan pelajaran baru selama mengikuti program internasional ini. Ia berharap pengalaman tersebut bisa diterapkan kelak saat menjalankan profesi sebagai guru.
"Semoga nantinya saya bisa aplikasikan pengalaman tersebut saat menjalankan profesi saya," ungkapnya.
Ihzam menyampaikan terima kasih kepada pimpinan UNIKI, mulai dari Pembina, Yayasan, Rektorat, Dekan, hingga seluruh dosen yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti program kuliah di Thailand.