ACEH — Angka stunting yang masih ditemukan di sebuah desa menjadi perhatian serius bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka menghadirkan Gerakan Edukasi Stunting untuk Ibu Hamil (GESIT) di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Program ini menyasar para ibu hamil yang tergabung dalam Kelas Ibu Hamil di Posyandu. Tujuannya jelas: memutus rantai stunting sebelum anak lahir, bukan menunggu sampai bayi mengalami masalah pertumbuhan.
Mengapa Edukasi untuk Ibu Hamil Menjadi Kunci?
Stunting bukan kondisi yang terjadi secara tiba-tiba. Masalah gizi kronis ini berakar dari kekurangan asupan nutrisi dalam jangka panjang, yang paling kritis terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—dimulai sejak janin berada di dalam kandungan.
Yusika Sera Patalong Kobba, mahasiswa Ilmu Gizi yang menginisiasi program ini, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin. "Melalui GESIT, saya berharap ibu hamil dapat memahami bahwa pencegahan stunting bukan sesuatu yang baru dimulai ketika anak sudah lahir, tetapi dapat dilakukan sejak masa kehamilan," ujarnya.
Materi Penting yang Perlu Ibu Hamil Ketahui
Sosialisasi GESIT dikemas secara interaktif, bukan sekadar ceramah satu arah. Para ibu diajak berdiskusi dan bertanya langsung tentang berbagai keluhan atau kebingungan selama masa kehamilan. Beberapa materi inti yang disampaikan meliputi:
- Pengertian stunting serta faktor risiko dan dampak jangka panjangnya bagi anak.
- Pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan untuk mendukung tumbuh kembang janin.
- Kewajiban pemeriksaan kehamilan rutin ke fasilitas kesehatan.
- Manfaat konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia.
- Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keseharian.
Media Pendukung agar Edukasi Tetap Diingat
Agar informasi tidak hilang setelah kegiatan usai, setiap peserta dibekali leaflet berisi rangkuman materi pencegahan stunting. Media ini bisa dibaca ulang di rumah dan menjadi bahan diskusi bersama anggota keluarga lainnya.
Dukungan keluarga menjadi faktor penting keberhasilan pencegahan stunting. Ketika suami dan anggota keluarga lain memahami pentingnya pola makan bergizi dan pemeriksaan rutin, ibu hamil akan lebih mudah menjalani kehamilan yang sehat.
Keberlanjutan Program Melalui Modul Edukasi
Program GESIT tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja. Sebagai bentuk kontribusi jangka panjang, mahasiswa menyerahkan modul edukasi pencegahan stunting kepada pihak Puskesmas setempat.
Modul ini dirancang agar tenaga kesehatan dapat terus menggunakannya dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil maupun penyuluhan lainnya. Dengan begitu, materi edukasi yang telah disusun tetap bermanfaat meskipun masa KKN telah berakhir.
Langkah ini menunjukkan bahwa upaya menekan angka stunting membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan kesadaran keluarga. Untuk para ibu, ingatlah bahwa kesehatan anak dimulai dari kandungan—nutrisi yang baik hari ini adalah investasi masa depan si kecil.