ACEH TENGAH — Serka Sulistiono tampak berada di barisan terdepan saat warga Desa Bujang bahu-membahu membersihkan lingkungan permukiman. Kehadirannya di tengah warga bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga upaya nyata mempertahankan budaya gotong royong yang mulai tergerus zaman.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Lut Tawar itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Warga menyambut antusias kehadiran Babinsa yang langsung terjun ke lapangan bersama mereka.
Memperkuat Sinergi TNI dan Rakyat
Bagi Serka Sulistiono, gotong royong memiliki makna lebih dari sekadar membersihkan lingkungan. Momen ini menjadi ruang komunikasi sosial yang efektif antara dirinya sebagai aparat kewilayahan dengan masyarakat binaan.
"Gotong royong bukan hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan dengan warga. Kami berharap budaya gotong royong seperti ini terus dipertahankan," ujar Serka Sulistiono.
Menurutnya, kedekatan antara Babinsa dan warga adalah modal utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Semakin sering berinteraksi, semakin mudah pula menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Babinsa sebagai Perekat Sosial di Wilayah Binaan
Keterlibatan langsung Babinsa dalam kegiatan warga merupakan bagian dari pembinaan teritorial. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kehadiran negara terasa hingga ke pelosok desa.
Kegiatan di Desa Bujang ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara TNI dan rakyat terus terpelihara. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah dari berbagai potensi gangguan.
Warga setempat pun mengapresiasi langkah Serka Sulistiono yang tak segan turun tangan. Suasana kebersamaan yang terjalin selama gotong royong menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan.