BANDA ACEH — Tren penguatan harga emas kembali membebani kantong masyarakat Aceh. Pada perdagangan Selasa (11/8/2026), harga emas perhiasan di Banda Aceh tercatat mencapai Rp7.900.000 per mayam. Angka ini naik Rp40.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp7.860.000 per mayam.
Kenaikan ini memaksa pembeli menyiapkan anggaran lebih tebal. Untuk model perhiasan sederhana, ongkos pembuatan berada di kisaran Rp200.000 per mayam. Dengan demikian, total dana yang harus disiapkan pembeli menembus sekitar Rp8,1 juta per mayam.
Harga di Kota Langsa Lebih Mahal Rp250 Ribu
Tekanan kenaikan harga tidak hanya terjadi di ibu kota provinsi. Pedagang emas di Kota Langsa juga menyesuaikan harga jual mereka. Harga emas perhiasan di daerah tersebut kini mencapai Rp8.150.000 per mayam, meningkat Rp50.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Selisih harga antara Banda Aceh dan Langsa mencapai Rp250.000 per mayam. Perbedaan ini menunjukkan disparitas biaya operasional dan margin antar pedagang di masing-masing kota.
Emas Batangan di Pegadaian Ikut Naik, Buyback Terpantau Menguat
Di luar emas perhiasan, harga emas batangan sejumlah merek juga bergerak naik di Pegadaian pada hari yang sama. Berdasarkan data terbaru Galeri24, harga emas cetakan 1 gram berada di level Rp2.696.000 per gram. Angka tersebut naik Rp27.000 dibandingkan perdagangan Senin (10/8/2026) yang berada di posisi Rp2.669.000 per gram.
Adapun emas UBS cetakan 1 gram dipasarkan dengan harga lebih tinggi, yakni Rp2.756.000 per gram. Kenaikan ini sekaligus mendorong harga buyback emas Galeri24 meningkat menjadi Rp2.528.000 per gram dari sebelumnya Rp2.498.000 per gram.
Pelemahan Rupiah dan Permintaan Global Jadi Pemicu
Pedagang emas menyebut perubahan harga ini masih dipengaruhi oleh kondisi pasar yang bergejolak. Pergerakan harga emas di Banda Aceh disebut melanjutkan tren penguatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mengikuti perkembangan harga emas di pasar internasional yang masih menunjukkan penguatan.
Masyarakat yang hendak berinvestasi atau sekadar membeli perhiasan perlu memantau pergerakan harga secara berkala. Dengan gap antara harga jual dan buyback yang cukup lebar, pembelian emas saat tren naik tetap memiliki risiko jika tujuan utamanya adalah investasi jangka pendek.