Pencarian

3 Program Pertanian di Bireuen Diklarifikasi Kelompok Tani ke Media, Rekening Disebut Dikelola Sendiri

Senin, 10 Agustus 2026 • 14:12:01 WIB
3 Program Pertanian di Bireuen Diklarifikasi Kelompok Tani ke Media, Rekening Disebut Dikelola Sendiri
Petani anggota kelompok tani penerima program pertanian di Bireuen mengikuti dialog klarifikasi bersama wartawan di Warung Makmur Simpang Seuleumbah, Minggu (10/11).

BIREUEN — Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bireuen mengambil peran sebagai penengah dalam polemik pemberitaan soal tiga program pertanian yang berjalan di sejumlah desa. Organisasi ini mengoordinasikan dialog langsung antara kelompok tani penerima manfaat, aparatur gampong, dan wartawan untuk menyamakan persepsi di lapangan.

Pertemuan yang digelar di Warung Makmur Simpang Seuleumbah itu lahir dari kebutuhan untuk meluruskan informasi yang berkembang di publik. Para petani yang hadir kompak menyatakan program tersebut tetap berjalan dan memberikan dampak nyata, khususnya bagi lahan yang sebelumnya terdampak banjir.

Rekening Kelompok Tani: Dikelola Sendiri, Bukan Dinas

Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan pengelolaan rekening kelompok yang tidak transparan. Tuduhan itu langsung dibantah tegas oleh Bendahara kelompok tani, Munzir.

“Tidak benar itu. Kami sendiri yang datang ke bank, kami yang tanda tangan. Dinas hanya membantu memfasilitasi untuk memudahkan kami,” ujar Munzir dalam keterangannya, Minggu malam.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pendampingan dari dinas terkait hanya sebatas fasilitasi administratif. Seluruh akses dan keputusan penggunaan dana tetap berada di tangan pengurus kelompok tani setempat.

Program Pemulihan Pascabanjir Diapresiasi Keuchik

Dukungan terhadap jalannya program juga datang dari unsur pemerintah gampong. M. Yanis, Keuchik di wilayah penerima manfaat, menilai program ini menjadi penyelamat bagi sektor pertanian yang sempat terpuruk akibat bencana.

“Kami sangat bersyukur atas terealisasinya program ini. Saya sebagai keuchik ikut mengawasi program yang masuk ke desa dan dikelola oleh kelompok tani,” katanya.

Pengawasan dari tingkat gampong ini dinilai penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Keterlibatan keuchik menjadi jembatan antara kebutuhan petani di lapangan dengan kebijakan teknis dari pemerintah kabupaten.

TMI Minta Pemberitaan Berimbang demi Kepentingan Petani

Ketua TMI Bireuen, Azhari, menyoroti perlunya objektivitas dalam menyampaikan informasi ke publik. Ia menekankan bahwa program CSB, Oplah, dan Irpom merupakan instrumen penting dalam percepatan pemulihan lahan sawah pascabencana.

“TMI sudah melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah kelompok tani penerima manfaat untuk memastikan keberadaan dan manfaat program tersebut di lapangan,” ujar Azhari.

Menurutnya, pemberitaan yang tidak berimbang berpotensi menghambat semangat petani dalam menggarap lahan. Ia berharap semua pihak bersinergi mengutamakan kepentingan petani agar pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dialog malam itu ditutup dengan kesepakatan bersama untuk membuka ruang komunikasi yang lebih intensif. TMI Bireuen akan terus memantau perkembangan program dan memastikan suara petani tersampaikan kepada pemangku kebijakan.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbireuen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks