Pencarian

Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh Pimpin Forum Komunikasi Prodi Pascasarjana PTKI Se-Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:03:26 WIB
Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh Pimpin Forum Komunikasi Prodi Pascasarjana PTKI Se-Indonesia
Prof. Dr. Syamsul Rijal MA memimpin Forum Komunikasi Program Studi Pascasarjana PTKI se-Indonesia dalam FORDIPAS ke-13 di Padang.

BANDA ACEH — Forum Komunikasi Program Studi Pascasarjana PTKI resmi terbentuk dalam rangkaian FORDIPAS ke-13 dan INCOILS ke-6 di Hotel ZHM Premiere Padang, Sumatera Barat, 6-8 Agustus 2026. Prof. Dr. Syamsul Rijal MA dipercaya memimpin forum yang menjadi wadah komunikasi para ketua program studi pascasarjana PTKI di Indonesia.

Pembentukan forum ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan program studi. Kolaborasi akademik, penelitian, publikasi, hingga pengembangan kelembagaan menjadi fokus utama yang akan digarap forum tersebut.

Integrasi Keilmuan Jadi Agenda Utama Studi Islam

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Srimulyani MA, yang menjadi pemateri dalam forum tersebut mengangkat isu masa depan Studi Islam di Indonesia. Ia menyoroti perubahan paradigma keilmuan, transformasi kelembagaan, dan perkembangan teknologi digital yang dihadapi pendidikan tinggi.

Menurut Eka, integrasi keilmuan menjadi agenda penting agar Studi Islam mampu merespons persoalan masyarakat kontemporer secara komprehensif. "Studi Islam tidak cukup berhenti pada pendekatan interdisipliner, tetapi perlu bergerak menuju transdisipliner," katanya dalam paparan.

Pendekatan Transdisipliner dan Kritik terhadap Metodologi Orientalis

Eka menjelaskan pendekatan transdisipliner memungkinkan Studi Islam berinteraksi lebih luas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kedokteran, serta ilmu sosial. Tradisi keilmuan yang masih terkotak dalam disiplin tertentu perlu diarahkan menuju budaya penelitian yang lebih kolaboratif dan multidisipliner.

Ia juga menegaskan pentingnya mengkritisi adopsi metodologi dari tradisi orientalis. "Adopsi metodologi dari tradisi orientalis juga perlu dikritisi secara akademik agar tidak meminggirkan epistemologi lokal serta otoritas intelektual ulama dan tradisi keilmuan Muslim Indonesia," ujarnya.

Teknologi Digital dan AI Buka Peluang Baru

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Digitalisasi manuskrip, pemanfaatan teknologi dalam penelitian, dan perkembangan digital humanities membuka peluang baru bagi perguruan tinggi Islam.

Namun, peluang tersebut harus diikuti kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur akademik yang adaptif. "Perguruan tinggi Islam di Indonesia memiliki peluang strategis untuk memperkuat posisinya dalam percaturan Studi Islam global dengan mengembangkan riset yang memadukan kekayaan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Eka.

Pascasarjana sebagai Laboratorium Akademik

Eka menilai pendidikan pascasarjana memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan. Pascasarjana tidak semestinya hanya menjadi ruang reproduksi pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi laboratorium akademik untuk menghasilkan solusi atas persoalan sosial dan keagamaan.

Delegasi Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam kegiatan ini dipimpin langsung oleh Prof. Eka Srimulyani, didampingi Wakil Direktur Prof. T. Zulfikar M.Ed, Sekretaris Prodi S3 Studi Islam Dr. Zubaidah M.Ed, serta tenaga kependidikan. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya UIN Ar-Raniry memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: komparatif.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks