JANTHO — BPBD Aceh Besar mencatat 43 kejadian pohon tumbang sepanjang 2026. Dari jumlah itu, delapan kejadian terjadi dalam gelombang angin kencang terbaru yang merusak pemukiman warga di 14 gampong.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan anomali cuaca ini terjadi bersamaan dengan musim kemarau yang sedang melanda wilayah tersebut. Angin kencang tersebut tidak hanya merobohkan pohon, tetapi juga merusak tujuh unit rumah dan satu unit ruko.
Empat Kecamatan Paling Sering Terdampak Angin Kencang
Ridwan merinci, wilayah yang paling sering dilanda angin kencang adalah Kecamatan Ingin Jaya, Suka Makmur, Kota Jantho, dan Blang Bintang. Keempat kecamatan ini menjadi langganan terdampak setiap kali cuaca ekstrem terjadi.
"Selain menghadapi kekeringan, Aceh Besar juga sedang mengalami anomali cuaca berupa angin kencang yang memicu kerusakan rumah dan pohon tumbang di sejumlah wilayah," kata Ridwan, Jumat (7/8/2026).
Pohon Tumbang Sempat Tutup Akses Jalan
Delapan titik pohon tumbang tersebar di delapan kecamatan berbeda. Sebagian kejadian sempat menutup badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat sebelum akhirnya dievakuasi petugas.
Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti bersama instansi terkait. Petugas membersihkan pohon yang menutup badan jalan maupun yang mengancam permukiman warga agar aktivitas masyarakat segera kembali normal.
Imbauan Waspada Saat Angin Kencang
BPBD Aceh Besar mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang berisiko roboh saat angin kencang melanda.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian kebencanaan kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materi yang lebih besar.