Pencarian

Ekspor Batu Bara Perdana 50 Ribu Metrik Ton ke India Bakal Dilayani Pelabuhan Calang, Bupati Aceh Jaya Minta Dampak Lingkungan Dijaga

Rabu, 05 Agustus 2026 • 16:20:31 WIB
Ekspor Batu Bara Perdana 50 Ribu Metrik Ton ke India Bakal Dilayani Pelabuhan Calang, Bupati Aceh Jaya Minta Dampak Lingkungan Dijaga
Rencana ekspor batu bara perdana 50 ribu metrik ton ke India melalui Pelabuhan Calang ditargetkan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

CALANG — Rencana ekspor batu bara perdana melalui Pelabuhan Calang mulai menemui titik terang. PT Bara Jaya (Perseroda) bersama PT Pada Semesta Utama (PSU) menargetkan pengiriman 50 ribu metrik ton batu bara ke India pada Agustus hingga September 2026 mendatang.

Manager Operasional PT PSU, Indra Basudewa, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mematangkan skema pengiriman. Ada dua opsi muatan yang dipertimbangkan, yakni memuat sebagian batu bara dari Sumatera Selatan (Palembang) lalu dilanjutkan di Calang, atau langsung dimuat penuh di Pelabuhan Calang.

"Untuk ekspor diwacanakan Agustus hingga September 2026 mendatang dengan kapasitas 50 ribu metrik ton. Jadi nanti ada dua opsi muatan, tetapi untuk nama kapal yang akan mengangkut sendiri belum bisa kita pastikan," kata Indra Basudewa.

Dukungan Penuh Bupati untuk Roda Ekonomi Baru

Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai kehadiran aktivitas ekspor di pelabuhan setempat akan menjadi pengungkit ekonomi yang signifikan bagi warga.

"Kita sangat mendukung ekspor batubara melalui pelabuhan Calang. Kegiatan ekspor batu bara tersebut bisa berdampak signifikan pada pembangunan daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat serta membuka lapangan kerja baru," ujar Safwandi di Aceh Jaya, Rabu.

Dukungan ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda, mulai dari serapan tenaga kerja di sektor logistik hingga jasa pendukung lainnya di ibu kota kabupaten tersebut.

Catatan Tegas: Jangan Sampai Merusak Lingkungan

Di balik besarnya potensi ekonomi, Safwandi tidak lupa mengingatkan soal risiko kerusakan lingkungan. Ia meminta semua pihak yang terlibat benar-benar menjaga tata kelola agar aktivitas bongkar muat batu bara tidak merugikan masyarakat.

"Kami berharap, semua pihak dapat menjaga terkait dampak negatif dari kegiatan ekspor batu bara tersebut, terutama permasalahan lingkungan, jangan sampai menimbulkan hal negatif kepada masyarakat setempat," tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal agar pengusaha tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku di Aceh Jaya.

Pelabuhan Calang: Gerbang Baru Komoditas Energi?

Jika terealisasi, pengiriman batu bara ini akan menjadi tonggak baru bagi Pelabuhan Calang yang selama ini belum dikenal sebagai titik ekspor komoditas energi. Kerja sama antara BUMD PT Bara Jaya dan PT PSU menunjukkan adanya keseriusan untuk memanfaatkan jalur laut barat Aceh.

Kendati demikian, kepastian teknis seperti asal muasal batu bara dan kesiapan fasilitas pelabuhan masih menjadi pekerjaan rumah. Publik tentu menunggu realisasi pengiriman perdana yang dijadwalkan tahun depan, sekaligus mengawasi apakah komitmen menjaga lingkungan benar-benar dijalankan di lapangan.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks