ACEH — Produsen chip asal Amerika Serikat, Qualcomm, dikabarkan akan menaikkan harga prosesor untuk berbagai perangkat dalam waktu dekat. Bloomberg melaporkan kenaikan diterapkan pada seluruh produk, mulai dari chipset smartphone flagship hingga prosesor untuk laptop dan wearable, dengan persentase dua digit.
Rincian Kenaikan Harga
Kebijakan baru ini berlaku untuk semua prosesor yang dikirim setelah 1 September 2024. Qualcomm telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada para mitra pelanggannya, termasuk produsen HP seperti Samsung, Xiaomi, dan OPPO.
Belum ada angka pasti berapa besar kenaikan per unit. Namun sumber Bloomberg menyebut kenaikan berada di kisaran dua digit persen, yang artinya bisa mencapai 10-20 persen dari harga sebelumnya.
Alasan: Biaya Komponen dan Kendala TSMC
Qualcomm menyebutkan tidak bisa lagi menyerap kenaikan biaya komponen dari pemasok. Perusahaan juga mengaku sudah berusaha mencari sumber komponen alternatif, namun hasilnya belum memadai.
Mayoritas chip Qualcomm diproduksi oleh TSMC, pabrik semikonduktor asal Taiwan yang tengah menghadapi kendala rantai pasok. Permintaan besar dari pusat data AI ikut memperparah kekurangan pasokan komponen, termasuk memori dan substrate.
Di sisi lain, penjualan Qualcomm tahun ini justru menurun karena para pelanggannya—produsen HP dan laptop—tidak bisa memproduksi cukup banyak perangkat akibat shortage. Meski begitu, Qualcomm mencatat pendapatan di atas proyeksi pada kuartal kedua 2026.
Perangkat yang Paling Terkena Dampak
Prosesor Qualcomm digunakan di hampir semua HP flagship Android. Contoh paling konkret adalah seri Samsung Galaxy, termasuk Galaxy Z Fold 8 Ultra, Fold 8, dan Flip 8 yang baru dirilis. Selain HP, chip Qualcomm juga menggerakkan laptop Microsoft Copilot+ PC serta kacamata pintar Meta Ray-Ban.
Artinya, kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada smartphone, tapi juga laptop Windows premium dan wearable. Harga jual perangkat di pasar Indonesia kemungkinan besar akan ikut menyesuaikan, mengingat sebagian besar produk flagship di dalam negeri mengandalkan Snapdragon 8 series dan chipset Qualcomm lainnya.
Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia?
Bagi pembeli HP flagship, kenaikan harga chipset biasanya akan diteruskan ke harga jual akhir. Meski demikian, dampaknya mungkin baru terasa pada model yang diluncurkan setelah September 2024. Perangkat yang sudah ada di pasar—seperti Samsung Galaxy S24 series atau Xiaomi 14 series—tidak akan langsung terpengaruh.
Pasar smartphone Indonesia sangat bergantung pada prosesor Qualcomm di segmen menengah ke atas. Jika kenaikan harga chipset terjadi, produsen mungkin akan menaikkan harga resmi atau mengurangi spesifikasi lain sebagai kompensasi. Konsumen juga bisa beralih ke HP dengan chipset MediaTek atau Exynos yang harganya lebih stabil.
Bloomberg melaporkan Qualcomm sudah memberi sinyal bahwa kenaikan ini bersifat permanen dan tidak akan dikurangi dalam waktu dekat. Para pengamat memperkirakan tekanan harga di rantai pasok semikonduktor akan berlanjut hingga awal 2025. Bagi kamu yang berencana membeli HP flagship baru, mungkin saatnya mempertimbangkan membeli sebelum September.