BIREUEN — Angka itu menjadi dasar kolaborasi lintas lembaga yang digagas para mahasiswa. DLHK Bireuen melalui perwakilannya menekankan pentingnya membangun kesadaran warga memilah sampah sejak dari sumber. Pemerintah desa kini didorong memiliki peran lebih besar dalam mengelola sampah secara mandiri, sesuai potensi masing-masing wilayah.
Rencong Eco-Class: Biopori dan Kerajinan dari Tutup Botol
Mahasiswa KKN Desa Uteuen Gathom, Dziky Muhammad Azzam, memperkenalkan program Rencong Eco-Class sebagai wadah edukasi masyarakat. Program ini mengintegrasikan pembuatan biopori dengan pendekatan Community Participatory Theory Research (CPTR).
“Kami juga mengembangkan Eco-Craft yang memanfaatkan limbah plastik HDPE, seperti tutup botol, menjadi produk bernilai guna,” ujar Dziky di hadapan perwakilan DLHK, Bank Sampah Induk, dan KNPI. Ia berharap program ini bisa berlanjut meski masa KKN telah berakhir.
Eco-Waste: Plastik Jadi Tas, Sampah Organik Jadi Pupuk
Sementara itu, mahasiswa KKN Desa Alue Mangki, Naufal Alif, memaparkan program Eco-Waste yang berfokus pada pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Produk yang dihasilkan antara lain tas dan bunga hias dari plastik.
“Kami juga mengembangkan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk,” kata Naufal. Dengan begitu, limbah organik dapat dimanfaatkan kembali dan volume sampah yang dibuang semakin berkurang.
Apresiasi KNPI dan Rencana Pameran di Pendopo Bupati
Ketua KNPI Kabupaten Bireuen, Abdul Halim, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa. Menurutnya, program-program itu berpotensi menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan di Bireuen.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh hasil kreativitas mahasiswa nantinya akan dipamerkan di Pendopo Bupati Bireuen. “Kami berharap inovasi ini mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mengelola sampah secara kreatif, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Abdul Halim.
Melalui audiensi itu, para pihak sepakat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, desa, dan masyarakat. Harapannya, program-program yang dirancang tidak berhenti setelah masa KKN selesai, melainkan menjadi gerakan bersama menuju Bireuen yang bersih dan berwawasan lingkungan.